Monday, 27 March 2017
Trending Topics:
Wednesday, 19 Oct 2016 - 16:41 wita

Antrean Terlalu Panjang, Pengurus Paspor di Makassar Jengkel

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Pengurus paspor yang tidak sabar antre di Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
Pengurus paspor yang tidak sabar antre di Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
(dok. Nadjamuddin Madjid)

CELEBESONLINE (Makassar): Dalam sepekan terakhir, Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi Makassar di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, selalu dipenuhi warga yang hendak umrah dan harus mengurus paspor. Jumlahnya mencapai sekira lebih 100 orang setiap hari.

Inilah yang membuat petugas Unit Layanan Paspor kewalahan bekerja. Sebaliknya pengurus paspor makin tidak nyaman karena meski datang pagi hari, jumlah orang yang mengantre ternyata sudah panjang.

Seperti yang terjadi pada hari ini, Rabu (19/10/2016). Mereka yang tidak bisa berada di ruangan karena sudah penuh, terpaksa duduk-duduk di luar kantor. Situasi makin tidak beraturan pola antrean dengan nomor urut tidak menjamin pengurus bisa cepat dilayani.

Seorang warga yang mengurus paspor melaporkan, mereka yang jengkel karena terlalu lama menunggu, sempat bersitegang dengan pengurus yang pada hari ini menggunakan pakaian adat karena bertepatan dengan hari jadi ke-347 Sulawesi Selatan. “Situasi Alauddin sdh mulai memanas. Mestinya pegawai tdk usah pakaian adat, biar fokus urus pengunjung krn sy lihat sebentar2 perbaiki posisi sarung,” tulis seorang pengurus paspor melalui grup percakapan WhatsApp.

Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Aidir Amin Daud yang masuk sebagai anggota grup percakapan itu mengaku kaget dan jengkel. “Sudah saya sampaikan ke Dirjen Imigrasi (tentang hal itu),” kata Aidir.

Menurut Aidir, Unit Layanan Paspor harus segera membenahi masalah itu. Aidir memberi salah satu jalan keluar. “Mestinya nomor urut ini dibagi terus. Misalnya, kalau bisa melayani 200 orang sehari, ya kalau kalau jam 10 pagi nomor urut 200 sudah habis, maka dibagi lagi untuk nomor 1 besoknya dan seterusnya. Jadi nggak usah harus buru nomor antrian begitu,” kata Aidir.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.