Monday, 16 January 2017
Trending Topics:
Tuesday, 18 Oct 2016 - 16:40 wita

Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Kepada 7.200 Pekerja Informal Masuk Rekor MuRI

Editor: yani - celebesonline.com
bpjs-ketenagakerjaan
()

CELEBESONLINE, Makassar – BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Kantor Cabang Makassar menyerahkan kartu peserta kepada 7.200 pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat yang secara simbolis dilakukan di Hotel Clarion, Makassar, Selasa (18/10/2016). Para pekerja BPU ini menerima bantuan tanggung jawab sosial perusahaan dari Bank Sulselbar.

Menariknya, penyerahan kartu peserta BPJSTK ini merupakan yang pertama dan melibatkan peserta terbanyak sehingga dalam dalam Museum Rekor Indonesia (MuRI) dengan nomor urut 7.650. Bahkan ini juga merupakan rekor dunia.

Penerima bantuan CSR berupa kepesertaan program BPJSTK ini merupakan para pekerja yang berada di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan beragam profesi atau sektor informal seperti nelayan, pedagang, tukang ojek, petani, loper koran, dan lain sebagainya. Para pekerja ini mendapatkan cuma-cuma kepesertaan dalam program BPJSTK selama 3-6 bulan pertama.

Kegiatan Bank Sulselbar ini merupakan bagian dari inovasi BPJSTK yaitu Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran). Ini merupakan salah satu solusi yang digagas oleh BPJSTK untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan.

GN Lingkaran ini akan mengakomodir penyaluran dana perusahaan, instansi, ataupun individu secara elektronis atau online untuk membantu para pekerja rentan agar terlindungi dalam program BPJSTK.

“Kami menjembatani dan memfasilitasi perusahaan ataupun instansi dalam menyalurkan bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan dan layak dibantu. Kami lakukan secara transparan,” kata Direktur Utama BPJSTK, Agus Susanto.

Agus mengatakan bahwa biaya untuk pekerja informal yang menjadi peserta BPJSTK sangat terjangkau. Untuk dua manfaat layanan misalnya, hanya Rp 16 ribu per orang per bulan.

“Kepesertaan cuma-cuma yang merupakan dana CSR dari Bank Sulselbar ini diberikan untuk menstimulasi para pekerja agar mereka mampu melanjutkan kepesertaan program BPJSTK mereka secara mandiri atas kesadaran sendiri,” jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat, mengatakan bahwa pihaknya menggaet pekerja informal agar bisa bisa mendapat layanan jaminan sosial.

“Asuransi sosial menjadi penting di masa sekarang dan akan datang untuk meringankan beban pekerja. Sehingga, mereka bisa bekerja dengan nyaman dan aman,” ucap Rahmat.

Seorang penerima bantuan ini, Isna, mengaku senang. “Meski hanya dibantu selama enam bulan pertama, tapi ini sudah membantu meringankan beban dan kami pun bisa bekerja dengan tenang karena ada jaminan dari BPJSTK,” kata pedangang Pisang Epe’ ini menga

Penyerahan kartu secara simbolis kepada perwakilan dari Sulsel dan Sulbar ini dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dan disaksikan Agus Susanto selaku Direktur Utama BPJSTK, Andi Muhammad Rahmat selaku Direktur Utama Bank Sulselbar, dan Kepala Kanwil Sulawesi Maluku (SuMa), Umardin Lubis.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan sebagai harmonisasi kerjasama antar lembaga/ instansi dalam menyampaikan informasi kepada seluruh pekerja informal/ BPU di Indonesia akan pentingnya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Tidak semua pekerja BPU mampu membayar iuran atau menjadikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sebagai prioritas dalam hidup mereka. Oleh karena itu, bantuan dari pihak lain sangat dibutuhkan agar mereka dapat merasakan perlindungan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Agus menjelaskan bahwa 73 persen penduduk dunia belum mendapatkan jaminan sosial, mayoritas berada di belajan Bumi selatan, termasuk Indonesia. Sebanyak 17 persen angkatan kerja di Indonesia yang baru ter-cover PJSTK yang jumlahnya 122 juta.

Dari 122 juta itu, sebanyak lebih dari 70 juta pekerja di Indonesia merupakan sektor BPU yang sebagian besar merupakan pekerja rentan. Dari jumlah itu, 51 juta diantaranya hanya lulusan SD. Sementara 40 juta pekerja lainnya merupakan pekerja pada sektor PU.

Dengan potensi yang sangat besar ini diharapkan perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta diharapkan bisa mengikuti langkah Bank Sulselbar untuk menyalurkan dana CSR mereka dalam bentuk kepesertaan BPJSTK kepada para pekerja rentan.

Diharapkan melalui kerjasama CSR bersama mitra kerja BPJS Ketenagakerjaan ini nantinya perlindungan yang diberikan akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat pekerja agar perlindungan menyeluruh dapat tercapai.

“Tentunya kami berharap perusahaan/ instansi lain dapat mengikuti jejak Bank Sulselbar dalam memfasilitasi pekerja rentan untuk menjadi peserta BPJSTK,” ungkap Agus.

“Dengan melalui dana CSR yang dimiliki, para pekerja rentan ini bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya perlindungan dalam bekerja,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, BPJSTK juga menyalurkan jaminan sosial kepada ahli waris Almarhum Symasul Rahman sebesar Rp 118.927.650 yang yang terdiri dari JHT dan Jaminan Kecelakanan kerja, serta kepada ahli waris almarhum Abdul Rahman sebesar Rp 83.141.220 yang terdiri dari JHT, Jaminan Kematian, dan Jaminan Pensiun. Selain itu, kedua ahli waris tersebut juga mendapat beasiswa masing-masing sebesar Rp 12 juta.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.