Tuesday, 24 January 2017
Trending Topics:
Thursday, 13 Oct 2016 - 18:09 wita

Maulwi Saelan, “Beton Putih” Itu Telah Pergi (1)

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com

CELEBESONLINE (Makassar): Wartawan senior Dahlan Abubakar menulis tentang Maulwi Saelan, mantan kiper tim nasional Indonesia yang wafat Senin, 10 Oktober 2016. Penulis buku “Ramang Mana Bola” ini sempat bertemu dengan Maulwi di Jakarta. Berikut tulisannya yang diambil dari akun Facebook Dahlan Abubakar:

Saya sedang di rumah rekan Basuki Hariyanto (lay outer buku-buku saya), ketika sekitar pukul 20.20 Wita, Senin (10/10/2016) malam tadi, menerima telepon dari Ir. Andi Hery Iskandar MSi yang menyampaikan berita duka. Maulwi Saelan berpulang ke rakhmatullah di RS Pertamina Pusat Jakarta pukul 18.30 WIB. Saya tertegun sejenak, karena melalui Andi Hery pulalah saya mengenal almarhum dari dekat. Dalam lubuk hati di tengah irisan duka, saya lantunkan Al Fatihah…

Masih teringat benar, tanggal 9 Januari 2011 malam dari salah satu hotel di Jakarta, saya menelepon Andi Hery menanyakan nomor telepon almarhum. Malam itu juga saya memperolehnya selagi masih dalam komunikasi telepon. Tidak lama kemudian, saya langsung mengontak nomor yang diberikan dan menyampaikan ingin bertemu, setelah memperkenalkan diri sebagai eks wartawan Harian Pedoman Rakyat Makasar. Pak Maulwi Saelan langsung ingat. Saya juga menjelaskan sedang menulis buku tentang Ramang dan beliau termasuk salah seorang saksi hidup. Kami sepakat bertemu keesokan harinya.

Pukul 08.10 WIB, 10 Januari 2011, saya tiba di depan Jl. Kemang Raya No.7 Jakarta Selatan. Di situlah beliau menghabiskan sisa-sisa usianya dengan mengasuh Sekolah Al Azhar Shiva Budi. Enam hari dalam seminggu, katanya kemudian dalam wawancara sekitar 90 menit dengan saya, dia berkunjung ke sekolah ini. Setiap hari, antara pukul 09.00-10.00 WIB, dia sudah tiba di sekolah yang diasuhnya dan pulang pada pukul 17.00 WIB,

Pak Maulwi turun dari mobil yang mengantarnya. Begitu muncul dari pintu, saya yang baru saja menyeruput kopi susu pagi di kedai pinggir jalan karena tidak sempat menikmatinya di hotel, langsung menyambutnya.

“Saya dari Makassar, Pak Maulwi!,” kata saya.

BERSAMBUNG

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.