Sunday, 22 January 2017
Trending Topics:
Wednesday, 12 Oct 2016 - 21:40 wita

Pedagang dan Pengembang Pasar Sentral Kembali Tidak Sepakat Harga

Reporter: Teti |  Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Pasar Sentral Makassar tahun 2011
Pasar Sentral Makassar tahun 2011
(BB Studio/Storyonpicture)

CELEBESONLINE (Makassar): Polemik Pasar Sentral atau Makassar Mall hingga saat ini belum terselesaikan. Salah satu masalahnya mengenai harga lods.

Bahkan setelah difasilitasi oleh Universitas Hasanuddin melalui pertemuan di kampus Unhas, Rabu (12/10/2016), pihak pedagang dan PT Melati Tunggal Inti Raya sebagai pengembang kembali tidak menemui kata sepakat mengenai penentuan harga lods pasar. Pengembang tetap dengan keputusannya sedangkan pedagang menyebut harga yang ditetapkan pengembang terlalu mahal.

Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arif, Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, perwakilan pedagang Makassar Mall, PT Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) selaku pengembang, dan jajaran PD Pasar Makassar.

Dari beberapa kali pertemuan yang digelar telah dipetakan tiga persoalan mendasar yakni penentuan harga lods, peruntukan lantai lima sebagai terminal, dan tempat penyewa besar. Harga yang diperhitungkan oleh PT MTIR berbeda dengan perhitungan pedagang. Sedangkan hitungan dari Pemerintah Kota Makassar sama dengan Kadin Sulawesi Selatan yang ditugaskan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengungkap akan menghitung secara terbuka dan transparan. “Kami berada di tengah tengah dan tidak memihak. Tetapi jika persoalan harga ini kembali tidak menemui titik temu, Pemerintah Kota Makassar akan mengambil alih pengelolaan Pasar Sentral,” kata Ramdhan.

Masalah Pasar Sentra atau Makassar Mall muncul setelah pasar itu terbakar tiga kali yakni 27 Juni 2011, 11 Januari 2014, dan 7 Mei 2014. PT Melati Tunggal Inti Raya kemudian memperbaiki pasar itu tetapi di kemudian hari Melati Tunggal Inti Raya menetapkan harga yang oleh pedagang dinilai sangat mahal.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.