Thursday, 30 March 2017
Trending Topics:
Wednesday, 12 Oct 2016 - 22:55 wita

Dishub Makassar Tunggu Keputusan Pusat untuk Blokir Taksi Online

Reporter: zhizhi |  Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Demo sopir di DPRD Sulsel, Rabu (12/10/2016).
Demo sopir di DPRD Sulsel, Rabu (12/10/2016).
()

CELEBESONLINE (Makassar): Keberadaan armada taksi berbasis online meresahkan pengusaha angkutan darat. Ketua Organda Makassar Zainal Abidin menegaskan, taksi online telah menggerus pendapatan pengusaha angkutan darat. “Kami sudah hitung-hitung sekitar 30 persen penurunan penghasilan karena taksi online,” kata Zainal Abidin di acara Trending Topic, Celebes TV, Rabu (12/10/2016).

Menurut Zainal, taksi online sudah menyalahi peraturan pemerintah. Salah satunya, STNK yang dipakai di mobil itu tidak atas nama perusahaan sebagaimana seharusnya kendaraan angkutan resmi. “Jika ini dibiarkan, pengusaha angkutan lainnya bisa marah,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Selatan Ilyas Iskandar menyebutkan, masih belum tahu cara mengatasi keberadaan angkutan darat berbasis online. Jika kemudian Kemetrian Perhubungan belum mengeluarkan peraturan terkait jasa angkutan berbasis online, pihaknya akan memblokir layanan itu.

Meski tidak jadi melakukan unjuk rasa besar-besaran, sopir angkutan darat dan pengusaha angkutan darat di Makassar tetap menyuarakan kekhawatirannya. Datang ke DPRD Sulsel, Rabu (12/10/2016), mereka membentangkan kain yang berisi tekanan kepada DPRD Sulsel agar memperhatikan nasib mereka. “Hey!!! Wakil Rakyat di mana hati nuranimu terhadap masyarakat yang memilih kamu,” demikian salah satu isi kain rentang itu.

Terdapat pula “Kami memilih wakil rakyat bukan wakil perusahaan besar Go-Car & Uber Taxi”, dan “Tarif tidak resmi sesuai SK Gubernur masuk bandara tanpa ikut aturan Angkasa Pura”.

Sopir mengancam akan kembali berunjuk rasa jika angkutan darat berbasis online masih beroperasi di Makassar.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.