Wednesday, 25 January 2017
Trending Topics:
Tuesday, 11 Oct 2016 - 17:29 wita

Aliansi Advokasi PRTA Kecam dan Hukum Pemerkosaan Anak di Jalan Adiyaksa Baru

Editor: yani - celebesonline.com
advokasi-prta
()

CELEBESONLINE, Makassar – Kasus pemerkosaan terhadap salah seorang PRTA yang terjadi di Jalan Adiyaksa Baru, Senin (10/10/2016) kemarin mendapat kecaman dari aktivis Penghapusan PRTA di Makassar. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Advokasi Untuk Kerja Layak PRT dan Penghapusan PRT Anak mengecam keras dan menghimbau agar aparat kepolisian mengusut kasus ini secara tuntas agar pelaku dihukum setimpal sesuai perbuatannya.

“Dalam pandangan kami, kejadian seperti ini memang sangat rentan terjadi karena masih minimnya perlindungan negara terhadap PRT. Terlebih dalam kasus ini yang menjadi korban adalah MI (17) yang semestinya belum pantas dipekerjakan sebagai PRT,” ujar Warida Syarife koordinator Aliansi Advokasib Penghapusan Pekerja Rumah Tangga (PRTA) dalam keterangan persnya, Selasa (11/10/2016).

Menurutnya, di usia 17 tahun, korban sebenarnya masih dikategorikan sebagai anak sesuai UU Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak pada Pasal 1 (1). Selain itu, sejak tahun 2002, pemerintah bahkan telah melarang anak-anak untuk dipekerjakan sebagai PRT sesuai ketentuan dalam Kepres No 59/2002.

Warida menambahkan, kejadian yang menimpa MI juga tentu menganggu cita mulia pemerintah kota Makassar untuk menjadikan Makassar sebagai “Kota Layak Anak”. Karena, sesuai Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak, pada penjelasan angka 5 (Perlindungan Khusus) Point C (Anak dalam situasi eksploitasi) ditegaskan bahwa anak yang bekerja sebagai PRT dikategrikan sebagai anak yang berada dalam situasi tereksploitasi.

“Kondisi ini disejajarkan dengan anak yang yang dilacurkan, joki narkotika, dan lainnya. Sebab, semua pekerjaan tersebut menyebabkan anak berada dalam keadaan terancam, tertekan, terdiskriminasi dan terhambat aksesnya untuk bisa tumbuh kembang secara optimal,” ungkap Warida.

Advokasi PRTA pun mengeluarkan beberapa tuntutan, diantaranya mengecam dan mengutuk perkosaan dan penganiayaan yang diduga dilakukan secara keji oleh Adriyanus Palaituka (26). Meminta aparat kepolisian agar mengusut kasus ini secara tuntas dan agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi mempekerjakan anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun sebagai PRT.

Menyatakan rasa simpati yang mendalam terhadap korban, Menghimbau pemerintah, khususnya di tingkat paling bawah (RT/RW), untuk memaksimalkan fungsi pengawasan dan koordinasi antar stakeholder untuk meminimalkan kasus-kasus PRTA agar dapat memberikan perlindungan dan pengobatan terhadap korban.

“Kami akan melakukan pendampingan terhadap kasus ini demi memastikan bahwa korban mendapat perlindungan dan perawatan dan pelaku agar mendapat hukuman setimpal,” ucap Warida.

Seperti diberitakan sebelumnya, MI yang merupakan PRTA diperkosa di rumah kostnya oleh seorang tukang roti. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh PPA Polretabes Makassar. Pelaku sendiri sudah diamankan oleh aparat kepolisian.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.