Saturday, 25 March 2017
Trending Topics:
Friday, 07 Oct 2016 - 17:42 wita

Mantan Rektor Unhas Ikut Insinyur Nonton Bareng Film Athirah

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Acara Insinyur Nonton Bareng film Athirah.
Acara Insinyur Nonton Bareng film Athirah.
()

CELEBESONLINE (Jakarta): Mantan Rektor Universitas Hasanuddin Prof dr Idrus Paturusi SpBO menyatakan ingin ikut meramaikan acara Insinyur Nonton Bareng yang digagas Ikatan Alumni Teknik Sipil (Ikatsi) Universitas Hasanuddin. Kegiatan menonton film Athirah itu dijadwalkan pada Jumat (07/10/2016) malam ini di Cinemax, Mall FX Sudirman, Jajarta.

“Kebetulan beliau juga Ketua Harian IKA Unhas, mendapat kabar ada acara seperti ini, kami mengundang beliau dan bersedia datang,” kata ketua panitia Insinyur Nonton Bareng film Athirah, Muhammad Riyandi.

Selain Prof dr Idrus Paturusi, anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik RRI, Tantri Relatami, juga menyatakan ingin ikut menonton. Tantri Relatami merupakan alumni Komunikasi, Fisip Unhas.

Ketua Ikatsi Pusat Harris Hody mengatakan, selain untuk berkumpul, acara ini sekaligus untuk membantu penggalangan dana kegiatan Dedikasi yang akan dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik Unhas. “Kebetulan film Athirah bertemakan tentang kehidupan seorang yang sangat kami kenal di Sulawesi Selatan, jadi sangat cocok bagi kami,” kata Harris Hody.

Ketua Ikatan Alumni Teknik Unhas Haedar Karim mendukung kegiatan tersebut. Menurut Haedar, kegiatan seperti itu sangat bagus karena mempererat persaudaraan sesama alumni Unhas. Juga sebagai bukti bahwa alumni Unhas sangat peduli dengan adik-adik mereka yang masih kuliah di kampus.

Ketua panitia Insinyur Nonton Bareng, Muhammad Riyandi, mengatakan, setiap peserta acara membayar sebesar Rp 500 ribu. Uang itu sudah termasuk tiket menonton, makanan ringan, dan baju insinyiur. Hasil dari pengumpulan dana Insinyur Nonton Bareng kelak akan diberikan kepada mahasiswa Teknik Sipil Unhas.

Film Athirah menggambarkan bagaimana kehidupan “Athirah” sebagai Ibunda Jusuf Kalla berjuang dalam menjaga keluarga dan tetap bertahan dalam kehidupan yang berat, termasuk sebagai sosok yang memiliki peran hebat dalam mensukseskan anak-anaknya. Kisah ini juga mengangkat bagaimana budaya Sulawesi Selatan khususnya adat Bugis Makassar yang sungguh memikat.(*)(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.