Monday, 27 March 2017
Trending Topics:
Friday, 07 Oct 2016 - 10:58 wita

Kapolsek Ujung Pandang Bantah Aparatnya Aniaya Agung

Editor: Apriani - celebesonline.com
()

CELEBESONLINE, Makassar – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ujung Pandang, AKP Ananda Fauzi Harahap, memberikan penjelasan terkait kematian Agung Pranata. Informasi beredar, Agung yang merupakan tersangka kasus narkoba meninggal setelah dianiaya oknum aparat dari Polsek Ujung Pandang.

Ananda mengatakan membantah anggotanya melakukan penganiayaan saat penangkapan Agung di kediamannya di Minasaupa, pekan lalu. Ia juga menekankan bahwa penggerebekan yang dilakukan Aparatnya sudah mendapat ijin dari RT dan RW setempat.

“Saat digrebek, Agung sembunyi di kamarnya sehingga kakeknya sendiri yang minta pintunya didobrak saja. Setelah itu, petugas kami melihat Agung memeluk bayinya sangat erat sampai hampir tidak bisa bernafas. Dia jadikan bayinya sebagai tameng,” cerita Ananda.

“Personil kami fokus untuk menyelamatkan si bayi, makanya petugas menarik tangan Agung agar melepaskan cengkramannya. Tapi, saat bayi itu berhasil dilepaskan, Agung malah kayak orang kesurupan dengan membenturkan badannya ke benda keras di kamarnya. Jadi luka-luka di badan Agung itu bukan karena penganiayaan tapi dia sendiri yang benturkan badannya,” lanjut Ananda.

Setelah berhasil diamankan, Agung digelandang ke Makopolres Ujung Pandang bersama tiga orang. Yaitu Jengger (26), Rahmat (24), dan Adri (28).

Ananda melanjutkan bahwa saat di tahanan Mako Polres Ujung Pandang,b sekitar pukul 10.00 pagi petugas melakukan pengecekan dan melihat Agung masih tertidur. Beberapa jam kemudian, petugas kembali melakukan pengecekan dan melihat Agung masih juga tidur.

“Kami mulai khawatir, karena itu kami telpon Dokter Polisi Polreatabes Makassar untuk memeriksa keadaan Agung. Saat itu, keluar air liur dimulutnya. Sepupunya Jegger sempat bilang kalau Agung belum tidur tiga hari hari karena pakai narkoba jenis sabu. Lalu dalam pengawasan dokpol kita evakuasi dia ke RS Bhayangkara. Pukul 14.50 wita, Agung meninggal dunia di ICU,” ungkap Ananda.

“Apakah dia overdosis atau tidak, itu bukan kami yang menentukan. Kesimpulannya, kami tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian Agung, biarlah dokter yang menjawabnya,” pungkasnya.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.