Tuesday, 28 March 2017
Trending Topics:
Tuesday, 04 Oct 2016 - 18:10 wita

Kesadaran Masyarakat Makassar Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Masih Rendah

Editor: Apriani - celebesonline.com
Umardin Lubis (tengah) saat memberikan keterangan seputar BPJS Ketenagakerjaan
()

CELEBESOLINE, Makassar – Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Maluku BPJS Ketenagakerjaan, Umardin Lubis, mengatakan bahwa jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Makassar masih rendah jika dibanding dengan daerah lain. Hal itu diungkapkan Umardin kepada media di Black Canyon, Makassar, Selasa (4/10/2016).

Menurut Umardin, Makassar masuk dalam lima besar jumlah tenaga kerja dibawah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Jumlah pekerja di Makassar lebih tinggi dengan daerah seperti Palembang dan Semarang. Namun, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Palembang jauh lebih tinggi dari Makassar.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tertinggi di Indonesia. Tempat-tempat nongkrong di Makassar selalu ramai yang berarti ekonomi membaik. Tapi, keadaan itu berbanding terbalik dengan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dulunya bernama Jamsostek,” ucap Umardin.

Dari data yang ada sampai saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Cabang Makassar untuk perusahaan penerima upah (PU) sebanyak 9.601, tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) sebanyak 6.094, proyek jasa konstruksi (jakon) sebanyak 87.469, dan tenaga kerja tidak aktif penerima upah sebanyak 164.775. Total iuran yang diterima sebesar Rp 237.389.370.405

Adapun kasus klaim dan pembayaran klaim sampai 25 Agustus 2016 dengan total 19.517 kasus pembayaran klaim sebesar Rp 144.245.017.329. Rincian Jaminan Hari Tua (JHT) 19.022 kasus dengan klaim yang dibayarkan Rp 134.854.035.959, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 4.994.167.570 (212 kasus), Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 4.314.000.000 (182 kasus), dan Jaminan Pensiun sebanyak Rp 82.813.800 (101 kasus).

Karena itu Umardin mengatakan bahwa pihaknya telah mencanangkan sejumlah program agar kepesertaan bisa meningkat wilayah kerjanya. Salah satunya dengan bekerja sama pemerintah provinsi Selatan agar seluruh tenaga kerja honorer atau non PNS menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Umardin mengatakan bahwa program tersebut sudah jalan di Makassar dengan menggandeng satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Kami berharap, awal tahun depan, semua pegawai non PNS bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Padahal, kata Umardin, manfaat yang didapat dari BPJS Ketenagakerjaan sangat besar melalui empat program kerja yang dimiliki. Termasuk memberikan pelayanan perawatan saat terjadi kecelakaankerja.

‎Untuk perawatan JKK, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng puluhan lembaga kesehatan di Sulsel untuk mengembangkan program trauma center atau Rumah Sakit Trauma Center (RSTM). Di Makassar, rumah sakit yang sudah bisa menajdi rujukan untuk RSTM adalah RS Awal Bross, RS Islam Faisal Makassar, RSUD Sayang Rakyat Makassar, Klinik Seroja, Health and Nutrition Clinik, Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, RS Akademis Jaury Jusuf Putera, Balai Latihan Kerja Industri Makassar, RSUD Haji Makassar, dan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, RS Siloam, RS Stella Maris, dan RS Labuang Baji.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.