Wednesday, 29 March 2017
Trending Topics:
Monday, 03 Oct 2016 - 14:19 wita

Warga Mengaku Temukan Uang Palsu di Belakang Padepokan Dimas Kanjeng

Editor: Apriani - celebesonline.com
Rumah ini dijadikan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Makassar
()

CELEBESONLINE, Makassar – Dimas Kanjeng Taat Pribadi berhasil memikat ratusan warga Sulsel dengan “keahlian menggandakan uang”. Salah satu yang mengaku sebagai korban adalah almarhum Hajja Najmiah. Keluarga Najmiah mengaku telah menytorkan uang senilai Rp 200 miliar karena diiming-iming akan digandakan menjadi triliunan rupiah.

Di Makassar, Dimas Kanjeng Taat Pribadi membuka padepokan cabangnya di Jalan Bontobila, Kecamatan Panakukang, Makassar. Rumah berukuran besar tersebut merupakan miliki Marwah Daud Ibrahim.

Menurut penuturan warga sekitar padepokan, aktivitas di rumah tersebut mulai muncul sekitar tujuh tahun silam. Puncak keramaiannya terjadi tahun 2013 sampai 2014, dimana ratusan santri datang setiap diadakan dzikir pada Kamis malam. Santri datang dari berbagai daerah seperti Gowa, Pangkep, Sinjai, dan lainnya. “Namun, sejak 8 bulan terakhir ini sudah mulai sepi, tidak ada lagi aktivitas,” kata Boy yang mengaku biasa menjadi tukang parkir di padepokan jika dzikir digelar.

Warga tersebut juga bercerita bahwa sekitar tiga tahun lalu, ia sempat menemukan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu di belakang padepokan tersebut. Kebetulan, kata Boy, ia memiliki usaha di sekitar belakang padepokan tersebut.

“Saya sempat kaget banyak uang berserakan di belakang rumah (padepokan). Bentuk dan warnanya mirip yang asli, tapi saat dipegang akhirnya ketahuan kalau itu uang palsu. Apalagi kalau kena air, langsung lembek kayak kertas biasa,” ucap Boy.

Boy mengatakan bahwa dia tidak pernah tahu menahu seperti apa aktivitas di dalam rumah jika dzikir berlangsung. Pasalnya, para santri menggelar dzikir tertutup, jendela dan pintu ditutup rapat. Hanya suaranya saja yang terdengar.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.