Thursday, 19 January 2017
Trending Topics:
Sunday, 02 Oct 2016 - 23:32 wita

Warga: Dzikir di Padepokan Dimas Kanjeng Selalu Tertutup

Editor: yani - celebesonline.com
Rumah ini dijadikan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Makassar
Rumah ini dijadikan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Makassar
()

CELEBESONLINE, Makassar – Warga Makassar ikut geger dengan kasus penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Bagaimana tidak, Dimas Kanjeng Taat Pribadi memiliki padepokan cabang di Makassar, tepatnya di Jalan Bontobila, Kecamatan Panakukang.

Rumah kayu yang berukuran cukup besar itu merupakan milik Marwah Daud Ibrahim.

Padepokan itu memiliki banyak santri. Bukan saja dari warga Makassar, ada juga dari berbagai daerah seperti Gowa, Soppeng, Sengkang, Sinjai dan lainnya. Bahkan, pengusaha tanah ternama di Makassar, Hajja Najemiah, merupakan salah satu korban padepokan itu. Najemiah disebutkan menyetor uang Rp 200 miliar untuk digandakan menjadi 18 triliun.

Tapi, padepokan di Makassar ini sudah lama tidak beraktivitas. Menurut warga, sudah hampir 8 bulan rumah tersebut tanpa aktivitas apapun.

Padahal, selama beberapa tahun, rumah tersebut ramai dikunjungi santri. Ratusan santri melakukan dzikir setiap Kamis malam.

“Kalau dzikir, semua pintu dan jendela ditutup. Jadi, kami tidak tahu ada seperti apa kegiatan di dalam,” kata Boy, warga yang sudah 3 tahun menjadi tukang parkir saat kegiatan dzikir berlangsung.

Menurut Boy, rumah yang dijadikan padepokan itu dulunya adalah posko BJ Habibie dari Partai Golkar saat ada pemilu. Pemilu sebelum reformasi hanya diikuti 3 partai yaitu PDI, Golkar, dan PPP.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.