Tuesday, 28 March 2017
Trending Topics:
Friday, 30 Sep 2016 - 19:41 wita

Pengusaha Taksi di Makassar Makin Terganggu Taksi Online

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Perwakilan Asosiasi Perusahaan Taksi Sulsel menolak kehadiran Grab Car dan Grab Taxi.
Perwakilan Asosiasi Perusahaan Taksi Sulsel menolak kehadiran Grab Car dan Grab Taxi.
()

CELEBESONLINE (Makassar): Pengusaha angkitan darat dan taksi di Makassar mengeluhkan keberadaan taksi berbasis online. Sejak taksi berbasis online beroperasi di Makassar, penghasilan sopir taksi berkurang sekira 30 persen.

Ketua Organda Makassar Sainal Abidin pun meminta agar pemerintah setempat segera turun tangan. “Sayangnya kami tidak tahu berapa jumlah taksi online yang beredar. Pemerintah harus menjelaskan mengenai jatah dan izin taksi itu. Apakah dibenarkan beroperasi atau tidak,” katanya melalui pesan pendek ke CELEBESONLINE.

Menurut Sainal, taksi berbasis online belum bisa disebut resmi karena tidak memiliki izin dari pemerintah. Selain itu, taksi berbasis online tidak memenuhi syarat sebagai angkutan karena belum diatur dalam undang-undang.

“Taksi berbasis online tak hanya beroperasi di kota tapi sekarang sudah masuk beroperasi di area parkir Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Ini jelas sangat merugikan pengusaha dan angkutan bus Damri yang memang sudah resmi,” kata ketua Apetasi Burhanuddin.

Burhanuddin mendesak pemerintah segera memberikan ketegasan aturan dan tarif taksi online.

Begitu pula dengan besaran pajak. “Kami berharap Dinas Perhubungan Sulsel segera mengirim surat ke Kementerian Perhubungan terkait jatah dan tarif taksi berbasis online,” ujarnya.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.