Tuesday, 24 January 2017
Trending Topics:
Friday, 30 Sep 2016 - 2:15 wita
,

Januar: Istri Belum Tahu Rencana Jual Bayi

Editor: yani - celebesonline.com
januar
()

CELEBESONLINE (Makassar): Karena tidak punya biaya untuk menebus biaya perawatan bayinya, Januar memiliki ide “gila”. Ia berniat “menjual” bayinya dengan mengumumkan melalui media sosial Facebook, Kamis (29/9/2016).

Langkah itu dilakukan karena pria berusia 27 tahun itu bingung setelah disodorkan kuitansi biaya rumah sakit selama 12 hari perawatan yang nilai mencapai Rp 39 juta. Apalagi, pihak rumah sakit memberikan ultimatum agar dilunasi sampai batas waktu hari ini, Kamis, sampai pukul 24.00 wita.

“Saya sudah tidak bisa berpikir jernih. Ide (jual) bayi itu adalah inisiatif saya sendiri karena saya tidak tahu darimana bisa dapatkan uang sebanyak itu. Saya ini bukan orang berada,” ucap Januar yang sehari-hari sebagai pegawai swasta.

Januar mengatakan bahwa istrinya, Andi Indra Ayu, tidak mengetahui soal “jual bayi” itu. “Tidak, dia tidak tahu. Bahkan, sampai sekarang dia belum tahu. Kalau dia tahu, pasti marah besar,” ucapnya.

Melalui Facebook, Januar mem-posting pengumuman akan menjual bayinya karena tidak memiliki biaya. Dalam surat pernyataan itu, ia bahkan melengkapi dengan blanko Rp 6.000.

“Saya buat itu (surat pernyataan) dengan sadar, itu tanda tangan-nya tadi juga saya yang bikin. Istri saya sampai tidak mau makan memikirkan masalah ini,” ujar pria berusia 27 tahun ini.

Januar bercerita, biaya sebesar itu karena anaknya harus masuk incubator lantaran lahir prematur (7 bulan) melalui operasi caesar. Ditambah anaknya lahir dengan kondisi sesak nafas sehingga butuh nafas buatan.

Januar dan istrinya merupakan peserta JKN mandiri. Sebenarnya, dia sudah mendaftarkan anaknya ke BPJS untuk dijadikan peserta saat usia kandungan 5 bulan. Oleh petugas BPJS menolak, katanya nanti didaftar kalau sudah usia 7 bulan.

“Seandainya waktu itu petugas BPJS melayani saya, mungkin tidak seperti ini kejadianya. Petugas BPJS bilang baru bisa di daftarkan kalau usia kandungan 7 bulan. Sekarang anak saya lahir prematur 7 bulan,” ucapnya.

“Saat lahir, saya langsung daftar, tapi tetap tidak aktif. Karena nanti 14 setelah kelahiran baru berlaku. Jadi selama 12 hari ini kami dikenakan status pasien umum,” tutur Januar.

Beberapa saat setelah ia meng-upload statusnya di media sosial banyak masyarakat yang menghubungi dirinya. Selain itu, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sulsel juga ikut memediasi dengan sejumlah pihak untuk mencarikan solusi.

“Tadi saya sudah dihubungi anggota DPRD Makassar (Basdir) sama Dengan Ical untuk untuk memberikan dukungan. Saya berharap semoga permasalahan ini segera selesai,” katanya.

Melalui staf KPI Sulsel yang melakukan pendampingan, Alita Karen, Januari dimediasi dengan anggota DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi dan Saharuddin Alfri serta Selle KS Dalle. Juga anggota DPRD Makassar, Indira Mulyasari. Selain itu, Alita juga sudah memediasi dengan Dinas Sosial Gowa dan Sekda Gowa karena Januar bermukim di sana.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.