Tuesday, 17 January 2017
Trending Topics:
Friday, 30 Sep 2016 - 17:28 wita

Bupati Gowa Lunasi Biaya Perawatan Bayi Januar

Editor: yani - celebesonline.com
januar
()

CELEBESONLINE. Makassar – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengambil langkah taktis usai mendapat kabar adanya warga Gowa yang mau menjual anaknya yang baru lahir lantaran tak bisa melunasi biaya Rumah Sakit Pendidikan Unhas. Ia langsung memanggil Kepala Dinas Sosial untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

Usai memastikan warga yang ingin menjual anaknya tersebut adalah masyarakat Gowa, Adnan langsung memerintahkan untuk membayar biaya tunggakan di RS Unhas sebesar Rp 39 juta.

“Itu warga kita, tak boleh dibiarkan. Harus dibantu,” ungkapnya.

Adnan juga memanggil Kadis Kesehatan, Hasanuddin dan Kepala RSU Syekh Yusuf, Salahuddin, untuk mencarikan solusi perawatan bayi tersebut agar bisa tercakup program kesehatan gratis di Kabupaten Gowa.

Sebelumnya, Januar dan istrinya Andi Indra Ayu bingung karena harus dikenakan biaya sebesar Rp 39 juta untuk perawatan di incubator selama 12 hari. Saat ini Januar memang tinggal bersama istrinya di Gowa.

Andi Indra melahirkan bayi secara prematur di usia 7 bulan di RS Wahidin Sudirohusodo pada 17 September lalu dengan berat 1,2 kg. Kondisi bayinya lemah dan sesak nafas sehingga diberikan bantuan nafas. Karena incubator di RS Wahidin penuh, maka dipindahkan ke RS Pendidikan Unhas.

Sementara Januar baru mendaftarkan buah hatinya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di BPJS setelah anaknya lahir. Namun, kepesertaan baru aktif 14 hari kemudian.

Hal ini membuat tagihan untuk si bayi membengkak karena tidak di-cover BPJS. Ironisnya, pihak RS mendesak agar Januar segera membayar sampai batas hari Kamis (29/9/2016) kemarin. Jika tidak, rumah sakit akan memberlakukan status pasien umum dengan biaya sekitar Rp 1,5 juta sehari.

Didesak pihak RS, Januar bingung sehingga mengambil jalan pintas dengan membuat pengumuman di di media sosial Facebook bahwa ia ingin “menjual” bayinya demi menebus biaya perawatan. Rencana itupun menjadi viral dan buah bibir di kalangan masyarakat.

Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) mendampingi kasus ini dan memediasi dengan sejumlah pihak, termasuk ke pemerintah Kabupaten Gowa. Kondisi Januar pun mendapat perhatian dari banyak kalangan, bahkan Adnan langsung turun tangan.

“Ini bukti kalau BPJS itu bukan penyelenggara jaminan tapi asuransi. Harusnya, kalau sifatnya jaminan, maka BPJS bisa mengcover biar anak yang baru lahir. Tapi karena memang sistem yang berjalan adalah sistem asuransi, makanya yang ditanggung orang perorang,” kesalnya.

Saat ini Adnan menuju ke RSP Unhas untuk menemui orang tua bayi malang tersebut.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.