Friday, 09 December 2016
Trending Topics:
Thursday, 29 Sep 2016 - 10:45 wita

Bupati Gowa Sesalkan Keterlibatan Anak Usia Remaja dalam Pembakaran Gedung DPRD

Editor: yani - celebesonline.com
CELEBESONLINE Kebakaran Kantor DPRD Gowa, Senin (26/09/2016).
Kebakaran Kantor DPRD Gowa, Senin (26/09/2016).
()

CELEBESONLINE, Makassar – Gedung DPRD Gowa dibakar sekolompok massa pada Senin (26/9/2016) siang lalu. Polisi sudah mengusut kasus terseut dan berhasil mengamankan beberapa orang yang terduga pelaku.

Bahkan, polisi sudah menetapkan tersangka utama pembakaran dan pengrusakan kantor wakil rakyat tersebut. Ironisnya, pelaku masih remaja, usianya belasan tahun.

Hal ini disesalkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Gowa. “Kita sangat menyayangkan kenapa mesti ada pelibatan anak-anak di bawah umur dalam insiden ini,” ucap Adnan.

Adnan menjelaskan bahwa kasus pembakaran ini pihaknya menyerahkan pada pihak kepolisian dalam, hal ini Polres Gowa dan Polda Sulsel, untuk mengusut secara tuntas pelaku dan aktor intelektual.

Pembakaran gedung DPRD Gowa tersebut diduga dilakukan sekelompok orang yang tidak setuju adanya Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah (LAD). Perda ini menjadi kontroversi karena pihak keturunan kerajaan Gowa menentang adanya perda tersebut. Apalagi, dalam perda itu menjelaskan bahwa Bupati menjalankan fungsi dan peran sebagai Sombayya.

“Seharusnya tidak berujung pada tindakan anarkis. Bisa menggunakan saluran/jalur yang seharusnya yaitu melalui Mahkamah Agung,” kata Adnan.

“Adapun fungsi dan peran Sombayya pada era Kerajaan Gowa sama dengan fungsi dan peran Kepala Daerah pada era otonomi saat ini. Contohnya Raja Gowa ke-36 (Sombayya ri Gowa) Andi Idjo Karaeng Lalolang menjadi Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa yang pertama. Salah satu fungsi dan peran Sombayyaberkaitan dengan pengelolaan dan pengawasan aset kerajaan sehinga dengan fungsinya ini maka tidak bisa lagi ada yang mengklaim dan menjual.atas nama individu atau keluarga tertentu,” jelas putra bupati Gowa sebelumnya, Ichsan Yasin Limpo.

Mengenai insiden pembakaran gedung DPRD, pihak keturunan Raja Gowa, Andi Maddusila kareng Idjo, sudah membantah keterlibatan pasukan kerajaan. Menurutnya, ia tidak pernah meminta pendukungnya untuk melakukan tindakan anarkis.

Adnan memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak akan menghambat aktivitas pemerintahan di Kabupaten Gowa.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.