Sunday, 11 December 2016
Trending Topics:
Thursday, 29 Sep 2016 - 23:24 wita
,

Bapak Ini Ingin ‘Jual’ Bayinya Karena Tidak Punya Biaya

Editor: yani - celebesonline.com
8292016233017
()

CELEBESONLINE, Makassar – Januar hanya bisa menatap kosong merenungi nasibnya. Pikirannya berkecamuk tentang nasib bayinya yang baru saja lahir secara prematur di RS Unhas Makassar 17 September lalu.

Bagaimana tidak, warga Gowa itu harus diminta biaya sampai hari ini, Kamis (28/9/2016) malam, sudah mencapai Rp 39 juta.

Pihak rumah sakit pun memberi tenggat waktu sampai pukul 24.00 wita malam ini untuk menyelesaikan kepesertaan BPJS si bayi. Hal ini membuat Januar bingung sementara dia tidak memiliki uang sebanyak itu.

Bingung dengan kondisi ini, pegawai swasta yang tinggal di Gowa itu pun mencari solusi dengan “menjual” bayinya melalui media sosial Facebook.

“Saya tidak punya cara lain lagi. Saya bukan dari keluarga berada. Saya juga tidak mau ini terjadi, tapi harus bagaimana lagi,” ucap Januar saat ditemui di RS Unhas, Kamis (29/9/2016) malam.

“Saya sudah coba minta keringanan, tapi tidak dikasi’. Saya dulu sebenarnya sudah mau urus BPJS waktu usia kandungan istri saya 5 bulan. Tetapi pihak BPJS menolak dengan alasan calon bayi baru bisa di buatkan BPJS saat usia kandungan 7 bulan,” ucap Januar

“Nah, saat usia 7 bulan secara tiba-tiba air ketuban istri saya pecah sehingga anak lahir prematur. Karena anak saya lahir prematur, dia harus dirawat di inkubator dan diberi bantuan pernafasan. Karena ruang inkubator di RSUD Wahidin full pada saat itu terpaksa bayi kami dirujuk ke RS Unhas,” ujar pria berusia 27 tahun itu.

Untuk menjadi peserta BPJS, baru bisa aktif 14 hari setelah kelahiran. Sedangkan bayi Januar dan Andi Indra Ayu dirawat selama 12 hari.

“Kalau tidak diurus malam ini, status anak saya sebagai pasien umum dengan biaya Rp 1,5 jutaan setiap hari karena masih dalam incubator,” tambahnya.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.