Saturday, 10 December 2016
Trending Topics:
Thursday, 22 Sep 2016 - 19:45 wita

SMI Komitmen Bantu Bosowa Bangun Pelabuhan Garongkong

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhum diapit oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Edwin Syahruzad (kiri) dan Direktur PT Bosowa Bandar Indonesia Iskandar. Komisi XI DPR RI ke Menara Bosowa mencari data mengenai proyek Bosowa yang dibiayai PT SMI.
Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhum diapit oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Edwin Syahruzad (kiri) dan Direktur PT Bosowa Bandar Indonesia Iskandar. Komisi XI DPR RI ke Menara Bosowa mencari data mengenai proyek Bosowa yang dibiayai PT SMI.
(BOSOWA)

CELEBESONLINE (Makassar): Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI yang dipimpin M Prakosa mendatangi Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (22/09/2016) siang. Kunjungan itu untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan proyek pembangunan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (YUKS) Garongkong, Barru.

Proyek kawasan pelabuhan ini milik PT Bosowa Bandar Indonesia. Pembiayaan proyek ini menelan biaya Rp 163 miliar. Sebanyak Rp 114 miliar menggunakan dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan sisanya menggunakan dana PT Bosowa Bandar Indonesia.

“Kunjungan kerja ini untuk memperoleh data dan informasi terkini proyek pelabuhan di Garongkong, Barru yang dibiayai PT SMI. Kunjungan ini merupakan tugas konstitusional DPR RI dalam rangka pengawasan PT SMI, khususnya proyek tersebut,” kata M Prakosa.

Direktur Keuangan PT Bosowa Bandar Indonesia Iskandar mengatakan, proyek sudah berjalan baik dengan baik. Berdasarkan data audit konstruksi dari konsultan pengawas proyek Wiratman & Associates, hingga 31 Juli 2016, proyek sudah mencapai 56 persen. Jika proyek ini kelak selesai, maka akan menjadi pelabuhan terintegrasi terutama untuk keperluan Bosowa Semen.

“Kami berterima kasih karena SMI mendukung dengan sangat baik. Proyek ini penting untuk kawasan timur Indonesia karena makin memudahkan distribusi semen terutama untuk percepatan pembangunan infrastruktur di timur Indonesia,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun berharap proyek ini akan memicu pembangunan proyek infrastruktur lainnya terutama pembangunan pelabuhan. “Sulawesi Selatan memiliki banyak komoditas. Ada kakao, udang, cokelat, beras, dan lain-lain. Semua ini perlu dukungan infrastruktur dan kami berharap SMI lebih banyak mendukung proyek-proyek yang bisa membuat perekonomian bangsa ini lebih maju,” katanya.

PT SMI merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang dibentuk untuk percepatan proyek infrastruktur di Indonesia. Fungsinya mendukung pendanaan proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan swasta maupun pemerintah. “Kan ada banyak proyek infrastruktur yang oleh perbankan sering dinilai tidak cukup layak dibiayai. Nah, SMI hadir membantu pembiayaannya supaya swasta makin terpikat untuk mengerjakan proyek infrastruktur,” ujarnya.

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Edwin Syahruzad menyebutkan, pihaknya sudah melakukan komitmen pembiayaan sampai Agustus 2016 lebih dari Rp 30 triliun. Proyek di Garongkong termasuk di dalamnya. Khusus pada proyek di Garongkong, PT SMI dan PT Bosowa Bandar Indonesia telah menandatangani fasilitas pembiayaan pada 20 Juni 2016. Sejauh ini kerja sama dengan PT Bosowa Bandar Indonesia berjalan dengan baik.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.