Sunday, 04 December 2016
Trending Topics:
Monday, 19 Sep 2016 - 15:22 wita

Berkunjung ke Afsel, Bupati Gowa Temui Parlemen dan Wali Kota Cape Town

Editor: yani - celebesonline.com
Rombongan Bupati Gowa di Afrika Selatan
Rombongan Bupati Gowa di Afrika Selatan
()

CELEBESSONLINE, Sungguminasa – Kunjungan kerja Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, bersama Plt Kadis Pendidikan, Olahraga dan Pemuda (Dikorda), Abd Rauf Malaganni Kr Kio yang juga Wakil Bupati Gowa, ke Afrika Selatan, hari melakukan serangkaian kegiatan. Hari ini, Senin (19/9/2016), mengagendakan pertemuan dengan parlemen atau DPRD dan Wali Kota Cape Town.

Kabag Humas Gowa, Andi Tenriwati Tahri, menuturkan, jadwal Kunker Bupati Gowa hari ini memang direncanakan mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Cape Town. “Sebentar ini, Pak Bupati dan rombongan akan diterima DPRD Cape Town. Setelah itu lanjut pertemuan dengan Wali Kota Cape Town,” ucap Tenri dalam rilisnya.

Besok, lanjutnya, Kunker ini akan dilanjutkan pertemuan dengan pihak KJRI Cape Town dan akan diterima langsung oleh Konjen. “Kegiatan itu sebagai rangkaian dari Kunjungan Kerja Pak Bupati di Afrika Selatan selain juga dalam rangka mendampingi mahasiswa KKN Unhas dalam menelusuri jejak-jejak salah satu pahlawan nasional asal Gowa, Syekh Yusuf,” ungkapnya.

Sementara itu, Hasrullah selaku Kepala UPT KKN Unhas yang ikut dalam rombongan, mengungkapkan, kegiatan Unhas di Afrika Selatan bersama Pemkab Gowa dalam rangka napak tilas pahlawan nasional dua negara (Indonesia dan Afsel), Syekh Yusuf. Observasi, kata dia, sudah dilakukan sejak kemarin, Minggu (18/9/2016).

“Program KKN antar benua ini sudah dirintis sejak tahun lalu. Program KKN napak tilas ini sudah dilakukan sebagai penelusuran 40 hari di Gowa, kemudian di sini (Afsel) yang rencananya selama 7 hari. Kemudian dilanjutkan di Banten selama 4 hari,” jelasnya, melalui pesan singkat dari Cape Town.

Syekh Yusuf, kata Hasrullah, adalah tokoh dengan perjuangan luar biasa di bangsa sendiri dan Afrika Selatan, sehingga wajar meraih gelar pahlawan nasional di dua negara dan dua benua. KKN tapak tilas ini, menurut Hasrullah, diharapkan bisa mendapat rekam jejak beliau yang selama ini belum tersentuh dan belum diketahui.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.