Tuesday, 17 January 2017
Trending Topics:
Friday, 16 Sep 2016 - 0:57 wita

Soal Buka Paksa Brankas, Ini Penjelasan Pemkab Gowa

Editor: yani - celebesonline.com

CELEBESONLINE, Sungguminasa – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Muchlis, memberikan klarifikasi dibukanya brankas penyimpanan pusaka secara paksa, Minggu (11/9/2016) lalu. Muchlis menjelaskan bahwa apa yang dilakukan tersebut bukan secara spontan atau serta merta.

“Kita sudah memberi tenggat waktu kepada pemegang kunci untuk datang membuka. Tapi laporan dari Kadis Pariwisita bahwa sudah tidak ada lagi kunci di penanggung jawab museum,” ungkap Muchlis dalam rilisnya, Kamis (15/9/2016) malam.

Pembukaan brankas, lanjutnya, dilakukan sesuai hasil rapat Muspida dalam Rakorpimda, pada Jumat (9/9/2016) sore. Kesepakatan dalam rapat ini bahwa untuk memeriksa dan mengecek kondisi barang pusaka sebelum digelarnya acara pencucian benda pusaka (Accera Kalompoang), sehingga harus dibuka Sabtu (10/9/2016).

Sebelumnya, upaya persuasif juga terus dilakukan oleh Pemkab Gowa. “Mewakili Pemkab Gowa, saya mengirimkan surat kepada pemegang kunci penanggung jawab Balla Lompoa, Andi Makmun Bau Tayang Karaengta Bontolangkasa. Surat ini secara persuasif kami meminta agar beliau membawa kunci kepada Pemkab Gowa,” kata Muchlis.

Surat ini diantarkan melalui Kadis Pariwisata, Andi Rimba Alam. Bahkan permintaan melalui surat (tertulis) ini tahapan setelah kami meminta secara lisan,” jelas Muchlis.

Surat yang terkirim meminta agar kunci diantarkan Sabtu (10/9/2016) siang. Tim di lapangan, lanjutnya, terus menanti itikad baik dari pemegang kunci untuk menyerahkan kunci brankas namun hingga Minggu (11/9/2016) sore, kunci tidak kunjung dibawa.

“Pengakuan dari pemegang kunci bahwa ia sudah tidak menyimpan kunci brankas. Sehingga kami menganggap bahwa kunci itu hilang. Tidak mungkin kami menunggu kunci itu ditemukan,” imbuh Muchlis.

“Sehingga tim mengambil jalan keluar untuk menjalankan keputusan Rakopimnas yang disepakati oleh Muspida Gowa,” ttambahnya.

Atas dasar itu, Pemkab Gowa membantah tudingan yang melakukan pembongkaran. “Jadi kalau dibilang kami membongkar paksa, itu sangat tidak benar. Kami sudah melakukan upaya persuasif secara, baim lisan dan tertulis. Bahkan keputusan rapat Muspida untuk mengecek barang pusaka dalam brangkas kami undur dari Sabtu ke hari Minggu,” tekan Muchlis.

Pembukaan brankas, lanjutnya, dilakukan oleh tim yang terdiri dari kepolisian, TNI, DPRD, dan Gowa.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.