Friday, 20 January 2017
Trending Topics:
Wednesday, 14 Sep 2016 - 9:12 wita

Pengamat Dorong Andi Maddusila Tempuh Jalur Hukum

Reporter: syamsul |  Editor: yani - celebesonline.com
andi-maddusila
()

CELEBESONLINE, Makassar – Praktisi hukum, Prof Muin Fakmal, mendorong agar Pemerintah Kabupaten Gowa dan Keturunan Raja Gowa, dalam hal ini Adnan Purichta Ichsan dan Andi Maddusila, duduk bersama membahas Perda Nomor 5 tahun 2016. DAlam perda tersebut, mengukuhkan Adnan Purichta yan gjuga Bupati Gowa sebagai Somba karena kedudukannya sebagai bupati.

Jika tak bisa, lanjut Prof Muin, keturunan Raja gowa yang merasa dirugikan disarankan untuk menggugat perda tersebut ke mahkamah agung (MA).

Perda Nomor 5 tahun 2016 Kabupaten Gowa memuat tentang Lembaga Adat Daerah (LAD). Melalui Perda ini, Adnan dikukuhkan sebagai Somba karena kedudukannya sebagai bupati. Hal tersebut terus menuai pro kontra dalam beberapa hari terakhir.

Jika tak segera ada solusi, konflik antara keluarga Keturunan Raja Gowa dengan Pemda Gowa diprediksi akan semakin meluas. Hal ini terungkap dalam diskusi “Kontroversi Perda LAD Gowa” yang digelar Forum Dosen, kemarin malam.

Prof Muin yang juga pengamat hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyarankan agar dua kelompok duduk satu meja membahas masalah tersebut. “Karena ini bisa saja terus meluas dan akan berujung pada jatuhnya korban jiwa,” ucap Prof Muin.

“Namun jika dua kubu tersebut tak mau, pihak yang dirugikan dengan adanya Perda LAD Gowa itu, kami sarankan untuk menempuh jalur hukum, yakni menggugat ke MA,” tambahnya.

Dalam diskusi ini, juga terungkap jika Andi Maddusila sebagai Keturunan Raja Gowa, selain bisa menggugat ke MA juga bisa menuntut ke Kementerian Dalam Negeri untuk membatalkan Perda tersebut. Selain itu, DPRD Gowa melakukan revisi Perda LAD, namun hal tersebut mustahil bisa dilakukan karena pihak DPRD dinilai enggan untuk mengubah Perda yang telah ditetapkannya sendiri.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.