Tuesday, 28 March 2017
Trending Topics:
Wednesday, 14 Sep 2016 - 16:39 wita

Naik 1.000 Persen, Peserta BPJS Kesehatan Sudah Mencapai 168 Juta

Reporter: apri |  Editor: Apriani - celebesonline.com
()

CELEBESONLINE, Makassar: BPJS Kesehatan sebagai pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menggelar Bincang JKN-KIS bersama Andy F Noya di Phinisi Ballroom Hotel Clarion, Makassar, Rabu (14/9/2016). Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergi Kekuatan bangsa untuk Perlindungan Kesehatan Pekerja”.

Sudah lebih dari dua tahun sudah BPJS Kesehatan menjalankan perannya sebagai pelaksana program jaminan sosial di bidang kesehatan melalui Program JKN-KIS. Ini merupakan program negara yang dihadirkan untuk memberikan akses finansial kepada seluruh Rakyat Indonesia, dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar mereka di bidang kesehatan.

Keberadaan Program ini telah membuka kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan dari segmen manapun. Baik yang mampu maupun yang tidak mampu, dari kalangan penerima bantuan iuran, hingga pemilik perusahaan, dengan iuran yang terjangkau.

Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, menjelaskan bahwa program ini berlandaskan prinsip gotong-royong melalui tagline “Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong”. Di mana iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, yang mampu membantu yang tidak mampu, dan sebagainya.

Prinsip gotong royong ini hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat bersinergi untuk menjadi Peserta JKN-KIS, sehingga program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan dengan baik.

Peran Badan Usaha sangat besar dalam mendukung kegotong-royongan dalam Program ini. Sampai dengan saat ini, jumlah Peserta JKN-KIS telah mencapai 168 juta jiwa dari berbagai segmen kepesertaan atau naik sekitar 1.000 persen dari tahun sebelumnya. Ini berarti lebih kurang 65 persen penduduk Indonesia telah menjadi peserta JKN-KIS. Dari jumlah tersebut, hampir 24 juta peserta merupakan pekerja beserta keluarganya yang didaftarkan oleh pemberi kerjanya.

Jumlah 24 juta itu merupakan pekerja di badan usaha baik dari BUMN, BUMD, dan Badan Usaha Swasta telah dilindungi dalam jaminan kesehatan yang komprehensif melalui Program JKN-KIS.

“Kami berharap kesadaran bergotong-royong ini dapat kita tingkatkan sehingga pekerja yang belum menjadi Peserta JKN-KIS dapat segera didaftarkan untuk mendapatkan perlindungan kesehatan dalam program ini,” ucap Andayani.

Acara bincang-bincang yang dipandu Andy F Noya itu dihadiri Direksi BUMN, Badan Usaha Besar di wilayah Sulawesi Selatan, Asuransi Komersial, Manajemen Rumah Sakit di wilayah Sulawesi Selatan, dan stakeholder terkait JKN-KIS di Makassar.

Dalam Kegiatan Bincang JKN-KIS bersama Andy F Noya membahas bersama Implementasi JKN-KIS dari berbagai sisi, bagaimana sinergi kekuatan bangsa dapat meningkatkan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi para pekerja melalui Program JKN-KIS.

Salah satu pembicara yang hadir adalah Brand Ambasador BPJS Kesehatan, Ade Rai. Atlet Binaraga ini memaparkan bagaimana agar bisa hidup sehat sambil membantu sesama. Menurutnya, 75 persen penyebab sakit karena ulah diri sendiri melalui pola makan dan hidup yang tidak sehat serta jarang berolahraga.

“Saya berharap agar kita semua tetap menjaga agar selalu sehat. Karena kalau kita sehat, maka kita akan membantu orang lain. Ada subsidi orang sehat terhadap orang sakit. Untuk kasus cuci darah misalnya, satu orang sakit dibiayai oleh 20 orang sehat. Dalam satu bulan ada 200-250 orang melakukan cuci darah, jadi satu bulan membutuhkan 2.000 orang sehat,” ucapnya.

Ade pun memberikan masukan kepada perusahaan agar memberikan penghargaan kepada pegawai atau pekerjanya yang tidak pernah sakit, misalnya dalam kurun waktu satu tahun, 5 tahun, dan sebagainya. “Ini akan memotivasi yang lain agar selalu menjaga kesehatannya,” ucap Ade Rai.

Dari bincang JKN-KIS ini diharapkan bisa bermanfaat bagi semua, khususnya dalam memperkuat dan meningkatkan perlindungan jaminan kesehatan bagi para pekerja. Karena pekerja yang sehat, tentunya akan lebih produktif dan dapat berkontribusi besar bagi perusahaannya.

Untuk memastikan rakyat Indonesia memiliki perlindungan kesehatan secara adil dan merata, serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, BPJS Kesehatan beserta stakeholder terkait terus berupaya meningkatkan kualitas Program JKN-KIS, salah satunya melalui penguatan implementasi koordinasi manfaat atau coordination of benefits (COB).

Di awal memang sempat terdapat kekhawatiran oleh Badan Usaha, yang saat ini telah menggunakan asuransi komersial dan mendapat manfaat ruang perawatan yang tergolong sangat baik akan turun kualitasnya ketika mereka beralih jadi peserta JKN-KIS. Namun hal tersebut tidak perlu dirisaukan, karena peraturan perundang-undangan yang ada mampu menjawab keresahan itu dengan mengatur adanya mekanisme koordinasi manfaat atau dikenal dengan coordination of benefits (COB).(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.