Saturday, 25 March 2017
Trending Topics:
Wednesday, 07 Sep 2016 - 11:19 wita

Kekerasan Sering Terjadi di Sekolah, Ini Solusi Anies Baswedan

Editor: Apriani - celebesonline.com
()

CELEBESONLINE, Makassar – Kekerasan di sekolah akhir-akhir ini kian marak, baik itu kekerasan kepada anak didik maupun guru. Masih segar diingatan bagaimana kasus pemukulan guru SMKN 2 Makassar, Dasrul, yang dilakukan orang tua siswa.

Mengenai hal itu, tokoh pendidikan nasional, Anies Baswedan, memberikan pendapatnya. Menurutnya, pelaku pendidikan harus berkaca pada Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan bahwa dalam undang-undang tersebut menjelaskan jika di sekolah harus ada unit pencegahan kekerasan. Selain itu, harus ada papan pengumuman yang membuat anak-anak yang mengalami kekerasan bisa lapor, tiap daerah harus ada gugus pencegahan kekerasan.

“Kita bekerja dan beraktifitas di sekolah berdasarkan undang-undang. Kalau UU mengijinkan memukul, ya silahkan. Kalau UU melarang memukul, maka jangan memukul,” ucap Anies saat berkunjung ke Makassar.

Bagi Anies, kontak fisik tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan menambah masalah baru.

“Itu saja prinsipnya, siapapun tidak boleh memukul. Baik itu guru, siswa, ataupun orang tua,” ucapnya.

“Jika ada yang tidak sesuai dengan seharusnya, bukan lantas boleh memukul. Solusinya dengan berkata-kata. Ciri orang yang beradab dan terdidik adalah mengungkapkan pikir dengan kata-kata. Ungkapkan pikiran dan arahan dengan berkata-kata,” tutup pencetus program “Indonesia Mengajar”.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.