Tuesday, 24 January 2017
Trending Topics:
Wednesday, 07 Sep 2016 - 10:31 wita

Bayar Tagihan BPJS Kesehatan Lebih Mudah dan Hemat dengan Sistem VA

Editor: yani - celebesonline.com
dr Elsa Novelia (foto: Apri)
dr Elsa Novelia (foto: Apri)
(Apri)

CELEBESONLINE, Makassar – Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Keaehatan memberlakukan sistem pembayaran baru bagi peserta mandiri. Yaitu sistem pembayaran satu keluarga melalui satu Virtual Account (VA).

Sistem ini mulai berlaku sejak 1 September 2016 lalu. Dengan sistem ini, peserta dipermudahkan bahkan lebih hemat.

Sejak diberlakukannya sistemnya, beberapa peserta BPJS Kesehatan mengeluh dan kagetelihat tagihan yang tertera di layar mesin ATM. Pasalnya, tagihan yang biasanya dihitung perorang kini tiba-tiba terhitung untuk seluruh anggota keluarga yang menjadi peserta.

“Kenapa tiba-tiba banyak tagihannya. Padahal, tidak pernah menunggak dan saya hanya kelas 3,” kata seorang peserta BPJS Kesehatan setelah melihat tagihan sebanyak Rp 127 ribu.

Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar, dr Elsa Novelia, mengakui jika banyak peserta yang melakukan komplain. Namun, setelah diberikan penjelasan, mereka pun bisa mengerti.

“Kita memang masih terus melakukan sosialisasi. Ini untuk memberikan kemudahan bagi peserta mandiri. Pasalnya, sistem pembayaran yang lama mengharuskan peserta BPJS Kesehatan membayar iuran perseorangan,” ucap dr Elsa.

“Misalkan, dalam satu keluarga ada 4 orang kemudian salah satu dari anggota keluarga melakukan pembayaran, maka nominal yang harus dibayar yaitu akumulasi dari empat orang sekaligus dalam satu kali transaksi,” ujarnya.

Prinsip dari VA keluarga ini yang paling utama adalah gotong royong. Memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran, karena tidak perlu lagi satu-satu.

Sistem ini akan berimbas pada biaya administrasi. Sistem yang lama setiap kali pembayaran peserta akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 2.500. Kalau untuk empat orang, biaya administrasinya saja sudah Rp 10.000. Dengan sistem VA keluarga ini cukup bayar administrasi Rp 2.500 untuk seluruh anggota keluarga.

Dokter Elsa menambahakan, diberlakukanya sistem ini karena tingkat kepatuhan peserta dalam membayar iuran masih kurang. Kebanyakan peserta malas membayar satu per satu.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.