Monday, 16 January 2017
Trending Topics:
Wednesday, 31 Aug 2016 - 20:58 wita

KPPU Denda PT Forisa Rp 11 Miliar Karena Terapkan Program Pop Ice The Real Ice Blender

Editor: yani - celebesonline.com
Pop Ice
()

CELEBESONLINE, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali memutus adanya pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh PT Forisa Nusapersada dalam produk minuman olahan serbuk berperisa buah yang mengandung susu dalam kemasan sachet.

Perkara ini berawal dari laporan masyarakat kepada KPPU mengenai adanya dugaan pelanggaran pasal 19 huruf (a) dan (b) dan Pasal 25 ayat 1 huruf (a) dan (c) UU Nomor 5 Tahun 1999. Berdasarkan laporan, seperti yang disampaikan investigator dalam persidangan, PT Forisa Nusapersada diduga telah melakukan tindakan anti persaingan usaha dan menyalahgunakan posisi dominan dengan mengeluarkan program Pop Ice The Real Ice Blender (Internal Office Memo Nomor 105/IOM/MKTDB/XII/2014).

Pelangganran yang dilakukan terkait program produk pop ice, display kios minuman, dan display toko pasar. Program dalam memo marketing tersebut mewajibkan kios minuman dan toko di pasar untuk tidak memajang dan/atau menjual produk pesaing lainnya seperti Milkjuss, S’Cafe, Camelo, dan SooIce. Caranya dengan menjanjikan hadiah berupa satu bal Pop Ice, kaos, dan blender.

PT Forisa Nusapersada juga melakukan penukaran satu renceng produk S’cafe dengan 2 renceng produk Pop Ice dalam program bantu tukar. Selain itu, PT Forisa juga membuat perjanjian kontrak eksklusif dengan kios minuman dan toko di pasar untuk melarang menjual produk lain.

Perusahaan yang beralamat di jalan pegangsaan ini menilai tuduhan investigator tidak berdasar dan alasan dilaksanakannya Program Pop Ice The Real Ice Blender karena merasa dirugikan oleh produk S’Cafe, serta alert pada produk Milkjuss, Camelo, dan SooIce yang menyerupai kemasan Pop Ice.

Setelah memanggil 36 pihak yang terdiri dari saksi, ahli, dan terlapor untuk diperiksa dalam persidangan, Majelis Komisi menilai, menganalisa, menyimpulkan, dan memutuskan perkara Nomor 14/KPPU-L/2015, PT Forisa Nusapersada terbukti bersalah dan melanggar Pasal 19 huruf (a) dan (b), dan Pasal 25 ayat 1 huruf (a) dan (c) UU No. 5 Tahun 1999.

Majelis Komisi yang terdiri dari Nawir Messi selaku Ketua Majelis sementara Syarkawi Rauf dan Saidah Sakwan masing masing sebagai anggota Majelis, juga menghukum terlapor PT Forisa Nusapersada membayar denda sebesar Rp 11.467.500.000 untuk disetorkan ke kas negara.

KPPU juga memerintahkan PT Forisa Nusapersada untuk menghentikan Program Pop Ice The Real Ice Blender dan mencabut internal office memo Nomor 15/IOM/MKT-DB/XII/2014 tanggal 29 Desember 2014.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.