Tuesday, 24 January 2017
Trending Topics:
Saturday, 27 Aug 2016 - 14:27 wita

24.972 Ton Komoditas Sulsel Diekspor Ke 34 Negara

Editor: yani - celebesonline.com
Kegiatan memindahkan kontainer ke kapal untuk diekspor ke luar negeri di Terminal Peti Kemas Makassar, Sabtu (27/8/2016).
Kegiatan memindahkan kontainer ke kapal untuk diekspor ke luar negeri di Terminal Peti Kemas Makassar, Sabtu (27/8/2016).
()

CELEBESONLINE, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan soft launching “Merdeka Ekspor” 31 jenis komoditas ke 34 negara tujuan. Pelepasan ekspor ini dilakukan langsung oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo disaksikan Walikota Makassar Dany Pomanto, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Dody Edward, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Terminal Peti Kemas (TPK) Makassar, Sabtu (27/8/2016).

Adapun jenis komoditi ekspornya yaitu biji kopi, bunga Chrysant, cocoa beans, cocoa liquor, cocoa cocoa butter, cocoa mass, cocoa powder, Gandum, Kayu olahan, damar, karet, getah pinus, ikan hidup, okan tuna, kepiting hidup, kepiting beku, mede kupas, ampas kulit mede, minyak mede, cangkang mede, kulit ari mede, rumput laut, telur ikan terbang, udang, marmer, nikel mate, plywood, semen, tepung terigu, teripang, dan kancing kerang.

Sedangkan negara tujuan ekspornya yakni Amerika Serikat, Albania, Australia, Argentina, Bahrain, Belanda, China, Chile, Uni Emirate Arab, Mesir, India, Inggris, Italia, Hongkong, Jepang, Jerman, Lithuania, Malta, Mauritius, Kuwait, Korea Selatan, Malasyia, Maroko, Meksico, Poertorico, Perancis, Qatar, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Spanyol, Timur Leste, Tunisia, dan Vietnam.

Ekspor yang dilakukan melalui Pelabuhan Makassar merupakan ekspor langsung ke negara tujuan. Di antaranya Makassar-Tokyo dan Makassar-Hongkong. Total volume komoditi yang dikirim ini sebanyak 24.972 ton yang dikemas dalam 1.446 kontainer.

Sebelumnya, Pelindo IV sudah melakukan pengepakan barang langsung ke luar negeri atau direct call dari Pelabuhan Makassar sejak 5 Desember 2015, bekerjasama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC Countainer Lines Co. Hingga kini, aktivitas pengiriman barang langsung ke luar negeri tersebut terus mengalami peningkatan. Awalnya hanya 48 kontainer per minggu, kini meningkat jadi 350 kontainer per minggu dan 60 persen didominasi komoditas rumput laut.

Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengatakan, saat ini Sulsel merupakan penyangga bagi daerah lainnya terutama Kawasan Timur Indonesia (KTI). Sulsel juga memiliki potensi sumber daya alam yang kaya.

“Pokoknya, Sulsel siap menjadi penyangga utama maritim di kawasan ini,” tegas Syahrul. “Sulsel kayak akan sumber alam, tanah subur dan hasil laut yang melimpah.”

Kegiatan “Merdeka Ekspor” ini juga lanjut dia, sebagai upaya pihaknya untuk peningkatan ekspor sebanyak tiga kali lipat dari Sulawesi Selatan yang memang terkenal sebagai penghasil berbagai komoditas seperti beras, kakao, kopi, rumput laut, udang, ikan, dan masih banyak lagi.

Syahrul menambahkan, momen “Merdeka Ekspor” ini merupakan terobosan terbesar yang selama ini dilakukan Pemprov Sulsel sejak 71 tahun Indonesia merdeka. Diharapkan, momen ini bisa mengulang kejayaan Pelabuhan Makassar di masa lalu, dengan ekspor langsung dari Makassar.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo IV, Baharuddin M, mengatakan bahwa “Merdeka Ekspor” ini juga dilakukan masih dalam suasana HUT Kemerdekaan RI ke-71. Karena itu, pihaknya memberikan insentif antara 15 persen hingga 50 persen bagi stakeholder yang melakukan ekspor tepat pada hari ini, Sabtu (27/8/2016).

“Hal itu sebagai bentuk aktualisasi, bagaimana kami (Pelindo IV) memberikan ‘kemerdekaan’ kepada stakeholder untuk melakukan ekspor. Juga sebagai daya rangsang bagi stakeholder,” jelas Baharuddin.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.