Monday, 27 March 2017
Trending Topics:
Thursday, 25 Aug 2016 - 20:58 wita

Luhut Panjaitan Apresiasi Rencana Pelindo IV Buka 4 Koridor Ekspor

Editor: Apriani - celebesonline.com
()

CELEBESONLINE, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) kembali menggelar Rapat Kerja ke-2 Tahun 2016, Kamis (25/8/2016). Raker ini digelar setelah sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahunan pertama yang dilaksanakan pada pertengahan Maret lalu.

Sekretaris Perusahaan Pelindo IV, Baharuddin M, mengatakan bahwa Raker Tahunan ke-2 ini membahas secara komprehensif semua permasalahan dan peluang kegiatan pengelolaan perusahaan.

“Hal ini perlu mengingat tantangan pengusahaan jasa kepelabuhanan ke depan semakin meningkat. Utamanya tuntutan kepada Pelindo IV sebagai BUMN untuk memberikan peran yang nyata untuk menjadi Agent of Change dan Agent of Development untuk percepatan perkembangan daerah sekitarnya,” papar Baharuddin.

 
Raker Tahunan ke-2 ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Luhut juga menjadi keynote speakerdi acara tersebut. Luhut juga mengenalkan visi dan misi sektor maritim.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla menegaskan kembali Indonesia sebagai bangsa maritim. Salah satunya melalui konsep tol laut yang di dukung oleh akselerasi pembangunan setiap pelabuhan dan fasilitasnya untuk pemenuhan kebutuhan transportasi.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan yang memadai akan membuat masyarakat di daerah akan lebih tertarik untuk membangun usaha, sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja daerah.

Luhut menyampaikan bahwa Presiden Komisi memerintahkan agar wilayah maritim di Indonesia segera diintegrasikan.

“Kalau sudah terintegrasi, saya yakin pertumbuhan ekonomi, utamanya di Sulawesi Selatan bisa double digit. Asalkan semuanya kompak, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pelindo IV dan stakeholder lainnya,” tegasnya.

Luhut juga mengatakan bahwa rencana Pelindo IV yang akan membuka 4 koridor ekspor langsung yaitu 2 koridor dari Sulawesi, serta masing-masing 1 dari Kalimantan dan Papua sudah benar. Hal itu merupakan salah satu bentuk upaya untuk melakukan efisiensi.

Apalagi, tambah Luhut, biaya transportasi di Indonesia adalah yang paling besar, jika dibandingkan dengan negara lain seperti Jepang.

“Kalau bisa, biaya transportasi turun hingga 50 persen dengan adanya direct call atau sistem ekspor langsung ke luar negeri dari pelabuhan-pelabuhan di Indonesia,” ucapnya.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung, mengungkapkan bahwa hingga Desember nanti Pelindo IV akan membuka 4 koridor untuk ekspor langsung ke luar negeri. Koridor 1 dan 2 di Sulawesi (Makassar dan Bitung), koridor 3 di Kalimantan yaitu Balikpapan dan Kalimantan Utara, serta koridor 4 di Papua.

Saat ini, untuk koridor 1 sudah dibuka yaitu direct call atau sistem pengapalan langsung ke luar negeri dari Pelabuhan Makassar yang sudah berlangsung sejak 5 Desember 2015.

Di Makassar, selain direct call, Pelindo IV juga menghimpun kargo dari Papua, Kalimantan, Kendari dan Palu. Jika empat koridor ekspor langsung sudah terbuka semuanya, nantinya kargo tidak hanya melalui Makassar, tetapi juga bisa melalui pelabuhan lainnya.

“Rencananya, akhir Agustus ini Pelindo IV akan membuka direct call dari Pelabuhan Bitung, sebagai koridor 2,” kata dia.

Kemudian, pada September nanti, akan dibuka direct call dari Balikpapan sebagai koridor 3. Selanjutnya, pada Desember nanti, Pelindo IV juga akan membuka jalurdirect call dari Papua, sebagai koridor 4.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengatakan, saat ini Sulsel adalah penyangga bagi daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Saya bersama gubernur yang lainnya sudah sepakat, bahwa Sulsel menjadi hub untuk nasional,” ucapnya. “Sulsel siap menjadi penyangga utama maritim di kawasan ini.”(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.