Thursday, 30 March 2017
Trending Topics:
Monday, 22 Aug 2016 - 19:39 wita

Film Uang Panai Diputar Serentak di 21 Kota, Tiket Sudah Bisa Dipesan

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Jumpa pers Uang Panai di Trans Mall Makassar.
Jumpa pers Uang Panai di Trans Mall Makassar.
()

CELEBESONLINE (Makassar): Film drama komedi buatan anak Makassar, Uang Panai Mahal(r), akan diputar serentak di 21 kota di Indonesia pada 25 Agustus. Khusus di Kota Makassar, film produksi Makkita Cinema Production akan diputar di tiga bioskop.

“Tiket sudah mulai bisa dipesan mulai hari ini, untuk menghindari antrian panjang saat pemutaran perdana,” kata sutradara film Asril Sani pada jumpa pers di Trans Studio Mal, Makassar, Senin (22/08/2016). Jumpa pers juga dihadiri produser Wachyudi Muchsin, sejumlah pemain seperti Muhammad Zoel Ikram Noer, Nur Fadhillah, Cahya Arynagara, Aulia Qalbi, dan dua komedian asal Makassar yaitu Tumming dan Abu.

Asril Sani menjelaskan, film yang berdurasi 120 menit itu menjelaskan tentang makna uang panai dan mahar. Uang panai dalam kebudayaan Bugis-Makassar berbeda dengan mahar karena uang panai juga mengandung simbol status seorang perempuan yang dilamar.

“Dari kolaborasi ide teman-teman dan pemain sehingga kami bisa menciptakan film ini,” ujar Arsil Sani. Menurut Arsil, ia tidak membuat film dokumenter budaya tetapi menciptakan film yang menggambarkan fakta sosial ada di Makassar tentang pernikahan yang mengutamakan uang panai yang bisa menyebabkan rencana pernikahan gagal karena si pria tidak sanggup menyediakan uang panai.

Penyanyi legendaris Katon Bagaskara turut bermain. Ia mempersembahkan lagu terbarunya berjudul Duniaku Duniamu yang menjadi lagu tema film itu. Band asal Makassar yaitu Makassar Uyee tidak ketinggalan dalam film ini. Makassar Uyee menyertaan dua lagu yaitu Silariang dan Sahabat.

Nur Fadillah, pemain film, bersyukur bisa ikut main film itu. “Suka duka ikut main film ini, saya tidak bisa mengatur waktu kuliah dan waktu syuting. Tapi saya senang bisa dapat teman baru,” katanya.(*)

Laporan:
Sri Wahyuni dan Muhammad Takdir
Mahasiswa Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.