Tuesday, 24 January 2017
Trending Topics:
Friday, 19 Aug 2016 - 22:01 wita

Walikota Makassar Heran, 200 Polisi Menyerang Tapi Cuma 5 Tersangka

Reporter: Akbar Amir |  Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com

CELEBESONLINE (Makassar): Sebanyak 51 lembaga bantuan hukum akan membantu Pemerintah Kota Makassar untuk mendampingi kasus penyerangan Kantor Wali Kota Makassar yang dilakukan polisi pada 7 Agustus 2016. “Selain lembaga bantuan hukum dari Makassar juga ada lembaga hukum dari pusat yang turut membantu penyelesaian kasus ini. Kami berharap pengusutan kasus ini bisa selesai seadil-adilnya,” kata Juru Bicara Pemerintah Kota Makassar Ramzah Thabraman kepada CELEBES TV,

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Kemetrian Dalam Negeri juga sudah menurunkan tim khusus untuk kasus tersebut. Sejauh ini, polisi sudah menetapkan dua orang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan lima polisi sebagai tersangka.

Penetapan lima polisi sebagai tersangka tak memuaskan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Menurut Ramdhan, dari rekaman kamera pengintai sekitar 200-an anggota kepolisian menyerang Kantor Wali Kota Makassar.

“Mengapa hanya lima polisi sebagai tersangka. Padahal ada 200-an polisi yang menyerang dan merusak kantor Wali Kota Makassar,” kata Ramdhan.

Penyerangan itu dampak dari percekcokan antara anggota Satpol PP dan dua polisi di anjungan Pantai Losari pada Sabtu (06/08/2016). Polisi yang dikeroyok kemudian mengajak teman-temannya hingga berlanjut pada penyerangan Kantor Wali Kota Makassar. Anggota Satpol PP yang beristirahat di Kantor Wali Kota Makassar yang tak menyangka serangan itu pun terlibat perkelahian. Satu polisi yakni Michael Abraham Rieuwpassa meninggal karena tusukan benda tajam.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.