Thursday, 19 January 2017
Trending Topics:
Wednesday, 17 Aug 2016 - 20:58 wita

Kain Sutra Duplikat Bendera Pusaka Indonesia Dibuat di Wajo

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Bendera merah putih.
Bendera merah putih.
()

CELEBESONLINE (Makassar): Bendera Merah Putih yang dikirbarkan pada 17 Agustus 1945 merupakan bendera yang dijahit sendiri oleh Fatmawati, istri dari Presiden Indonesia, Soekarno. Ketika bendera itu sering dikibarkan dan dikhawatirkan mulai lapuk, muncullah gagasan membuat duplikat bendera pusaka.

Juru Bicara Wakil Presiden RI, Husain Abdullah, menuliskan fakta baru mengenai asal mula duplikat bendera pusaka yang bahannya ternyata berasal dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ibunda Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, Athirah, adalah orang penting di balik pencarian dan pembuatan kain duplikat bendera itu. Berikut ini tulisan dari Husain Abdullah berjudul “Duplikat Bendera Pusaka Buatan Athirah”.

“Duplikat Bendera Pusaka
Buatan Athirah”

Tidak banyak diketahui khalayak, jika bahan sutera duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dipesan dari Hj. Athirah, ibunda Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla.

Kisah ini diungkap M. Jusuf Kalla, di depan cucunya, Abang Fikri dan Rasyid, beberapa saat sebelum menuju Istana Merdeka mengikuti detik-detik perayaan HUT Proklamasi RI ke 71.

Saat itu sekitar tahun 1969, Tim dari Kantor Gubernur Sulsel serta Sekretariat Negara datang ke rumah di Jalan Andalas menemui Mama Aji (Athirah Ibu M. Jusuf Kalla) kenang JK sapaan akrab M. Jusuf Kalla.

Mereka datang memesan kain sutera berwarna putih bersih dengan persyaratan kualitas sutera terbaik. JK menceritakan Tim Pembuat Duplikat Bendera Pusaka tersebut, menanyakan “apakah Ibu Athirah sanggup membuat kain sutera untuk duplikat bendera pusaka yang akan menggantikan Bendera Pusaka jahitan tangan Ibu Fatmawati yang mulai lapuk termakan usia?” Saat itu “ibu saya mengatakan kesanggupannya.”

Tahun 60an, “Ibu memang seorang pedagang kain dan sarung tenun sutera terbesar di Makassar. Para pengecer bergantian datang ke rumah selain Ibu sendiri berkeliling menjajakan suteranya ke para pelanggan. Ibu juga membina banyak pengerajin sutera di Sengkang-Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan salah satu pusat pertenunan sutera terbaik di Indonesia.”

Guna memenuhi pesanan pemerintah pusat, Athirah turun langsung ke Sengkang, mengarahkan pengerajinnya untuk memproduksi kain sutera warna putih sesuai tuntutan kualitas bahan Bendera Pusaka.

Menurut JK, kepada ibunya hanya dipesan sutera putih sedangkan pewarnaan dan jahitannya dikerjakan di Jakarta. Warna merah duplikat Bendera Pusaka itu menggunakan bahan khusus yang tidak tersedia di pengerajin, kata JK.

Setelah dikerjakan sekitar 2-3 bulan akhirnya pesanan kain sutera pun siap diangkut ke Jakarta. Jumlahnya banyak, karena akan dibagikan pula ke berbagai kabupaten dan Provinsi di Indonesia. Waktu itu jumlah kabupaten belum sebanyak sekarang, tutur Pak JK.

JK sendiri tidak ingat lagi siapa orang Sekretariat Negara yang datang memesan sutera. Hasil penelusuran dari beberapa sumber, tahun 1969 Presiden Soeharto, mempercayakan kepada, Husein Mutahar, Dirjen Udaka Kemendikbud untuk memimpin proyek ini.
Setelah pembuatan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih selesai, tahun 17 Agustus 1969 bendera tersebut mulai bertugas menggantikan Bendera Pusaka, yang hanya disimpan dalam kotak mendampingi bendera duplikatnya. Bendera ini berkibar hingga tahun 1984 sebelum akhirnya juga dilengserkan oleh duplikat penggantinya karena termakan usia.

17 Agustus 2016
Dituliskan oleh
Husain Abdullah
Jubir Wapres RI.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.