Monday, 16 January 2017
Trending Topics:
Friday, 29 Jul 2016 - 13:30 wita

Pemeriksaan IVA dan Pap Smear BPJS Kesehatan Masuk Rekor MuRI

Editor: yani - celebesonline.com

CELEBESONLINE (Makassar): Dalam rangka HUT ke-48, BPJS Kesehatan melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Promotif Preventif dengan Pemeriksaan IVA dan Papsmear bagi perempuan yang sudah menikah. Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia hari ini, Jum’at (29/07/2016).

Kegiatan ini atas kerjasama BPJS Kesehatan dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Ibu Iriana Joko Widodo, Kementerian Kesehatan, dan BKKBN.

Di Makassar, pencanangannya dipusatkan di Puskesmas Batua, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, dan dibuka oleh Asisten IV Bidang Administrasi Umum Sekkot Makassar, dr Andi Hadijah Iriani SpTHT. Peluncuran ini dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional (Divre) IX, Mariamah; Kepala KCU Makassar BPJS Kesehatan, dr Elsa Novelia; dan Kadis Kesehatan Makassar, dr Andi Naisyah Tun Nurainah Azikin.

Kegiatan tersebut juga secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia tepatnya di 1.558 titik pelayanan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear. Total target peserta sebanyak 27.000 untuk pemeriksaan IVA dan 10.275 untuk pemeriksaan Pap Smear. Ini sekaligus untuk tercatat dalam Rekor MuRI peserta terbanyak melakukan pemeriksaan IVA dan Pap Smear.

Di Makassar, pemeriksaan IVA diselenggarakan di 34 puskesmas dengan target peserta minimal 30 orang per puskesmas. Namun, kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatannya sudah tinggi sehingga jumlah tersebut cepat terlampauai. Di Puskesmas Batua saja, ada lebih dari 90 perempuan yang sadar memeriksakan dirinya.

Sementara untuk pemeriksaan Pap Smear dilakukan di beberapa tempat yang memiliki laboratorium. Seperti RS Wahidin, RS Stella Maris, RS Awal Bros, Prodia Sungai Saddang, Prodia Boulevard, Kimia Farma Ahmad Yani, dan kantor BPJS KCU Makassar. Khususnya untuk pelayanan pemeriksaan Pap Smear Prodia Sungai Saddang, Prodia Boulevard, dan Kimia Farma Ahmad Yani akan berlangsung sampai 30 November mendatang.

Elsa pemeriksaan IVA dan Pap Smear bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan atau JKN-KIS tidak dipungut biaya. Pemeriksaan IVA dan Pap Smear ini dilakukan untuk mengetahui ataupun mendeteksi adanya kanker leher rahim/kanker mulut rahim. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan juga penyebab kematian nomor dua jenis kanker yang menyerang wanita setelah kanker payudara.

“Pengobatan kanke memiliki resiko biaya besar. Jumlah kasus kanker serviks (terhitung Januari-Juni 2016) secara nasional, untuk rawat jalan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar Rp 33,4 miliar. Sementara di tingkat rawat inap ada 9.381 kasus dengan total biaya sekitar Rp 51,3 miliar,” kata Elsa di ruang kerjanya.

“Karena itu, kami mendorong semua wanita yang sudah berkeluarga, apalagi yang beresiko seperti perempuan dengan pola hidup tidak sehat, berganti-ganti pasangan, atau sering melakukan hubungan seks, untuk melakukan pemeriksaan IVA ataupun Pap Smear. Karena, kanker serviks tidak ada gejalahnya,” ujar Elsa.

Ia menambahkan, biasanya Kanker Serviks akan ketahuan setelah stadium III atau IV. Saat itu, sudah tidak bisa dicegah. Satu-satunya caranya dengan kemoterapi dan itu harapan sembuh sangat tipis.

“Jadi, sebelum kanker serviks menyerang, sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan. Kalau hasil pemeriksaan ada gejalahnya, bisa segera dicarikan pengobatan dan pencegahan sebelum penyakit mematikan itu tumbuh,” katanya.

Deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS. Sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan deteksi dini kanker serviks tidak perlu lagi mengeluarkan uang.

Untuk mengantisipasi terjadinya kanker serviks, peserta JKN-KIS dapat memeriksakan diri terhadap resiko penyakit kanker leher rahim ini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sampai dengan tahun 2016 (Juni 2016) deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 21.146 peserta. Sementara Pap smear berhasil menjangkau 37.256 peserta.

Jika saat pemeriksaan IVA atau Pap Smear ternyata normal, bisa dilakukan pemeriksaan ulang dua tahun mendatang. Namun, jika sudah ada gejalah segera diobati dan diperiksa lagi setahun kemudian.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.