Monday, 23 January 2017
Trending Topics:
Thursday, 28 Jul 2016 - 20:52 wita

Menyegarkan Nilai Kesaudagaran (1)

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Andi Suruji
Andi Suruji
()

CELEBESONLINE (Makassar): Sebagaimana lazimnya pasca hari lebaran merayakan Idul Fitri, warga masyarakat perantauan asal daerah Sulawesi Selatan menggelar pertemuan silaturrahmi. Tidak sekadar berhalal bi halal atau temu kangen. Perjumpaan itu juga lebih substansial, menjadi ajang pengikat erat simpul-simpul persahabatan dan persaudaraan, dalam semangat dan nilai-nilai kesaudagaran Bugis-Makassar.

Itulah pertemuan saudagar Bugis-Makassar (PSBM) yang digelar hari ini, untuk ke-16 kali, di Grand Shayla Hotel, Makassar, dengan dihadiri penggagasnya, HM Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI. Hampir seluruh tokoh, sosok, dan icon warga Sulsel yang bermukim di perantauan mudik untuk menanam kembali benih persaudaraan yang dilandasi rasa cinta dan kasih sayang, serta nilai-nilai luhur leluhur kesaudagaran Bugis-Makassar.

Mulialah tujuan pertemuan itu, untuk mempererat tali silaturrahim (fitrah) manusia, sekaligus merevaluasi, melihat dan mereposisi nilai-nilai (valuasi) kedaerahan dan spirit kemanusiaan kita, saudagar Bugis-Makassar.

Mengapa kita menekankan nilai-nilai kedaerahan, nilai-nilai kesaudagaran? Nilai-nilai kedaerahan merupakan pondasi kita membangun bangsa, khususnya manusia Bugis-Makassar yang bersosok, berjiwa dan berkarakter. Kita tidak mau melahirkan generasi yang hanya bersosok dan berjiwa, tanpa karakter. Kita tidak mau membangun dan membentuk manusia yang koruptif, berbudaya instan, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, yang hanya berujung pada keruntuhan martabat kemanusiaannya.

Kita bertekad membangun generasi manusia Bugis-Makassar yang antikorupsi, antinarkoba, menghargai proses dan prosedur, satunya kata dan perbuatan, kerja keras, kesetiaan dan kejujuran, tidak saling menelikung dan menistakan. Kita menekankan hal ini karena kita prihatin melihat begitu banyaknya oknum pejabat yang tidak amanah, pejabat yang koruptif dalam menjalankah tugas-tugas publik dan tanggung jawab soaialnya. Padahal mereka itu sejatinya panutan rakyat.

Kita prihatin dengan kondisi itu, karena semakin hari kian membengkak populasi mereka yang terlibat dalam lingkaran korupsi, pemakai narkoba. Dari pejabat pemegang mandat publik dan pemikul tanggung jawab sosial. Rakyat biasa mudah ikut arus dan hanyut karena melihat perilaku menyimpang tokohnya, karena hilangnya ketauladanan di kalangan pemimpin. Pengabdian dalam relung asketis yang senyap semakin langka kita temukan. Sistem nilai makin rapuh tergerogoti rayap-rayap gaya hidup hedonis koruptif.

Pertemuan saudagar kali ini harus mengevaluasi sekalgus merevaluasi nilai-nilai kesaudagaran kita. Kita merindukan sosok, jiwa dan karakter yang hadir dalam ruang pertemuan itu adalah manusia Bugis-Makassar yang amanah, jujur, adil. Bukan manusia pembual yang tidak satu kata dan perbuatannya, bukan koruptor, tidak dililit kasus degradasi moral, tidak pula manusia-manusia yang tega menelan hak-hak rakyat.(*) BERSAMBUNG

Andi Suruji,
Pemimpin Umum Tribun Timur dan Pemimpin Redaksi Celebes TV
Tulisan ini dimuat Tribun Timur, edisi Senin 25 Juli 2016

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.