Tuesday, 17 January 2017
Trending Topics:
Tuesday, 26 Jul 2016 - 0:50 wita

Bhayangkara Ungkap Rahasia Kemenangan Lawan PSM Makassar

Editor: Amir Pallawa Rukka - celebesonline.com
CELEBESONLINE Pelatih Bhayangkara Surabaya United Ibnu Grahan.
Pelatih Bhayangkara Surabaya United Ibnu Grahan.
(MSPORTS)

CELEBESONLINE (Makassar): Pelatih Bhayangkara Surabaya United Ibu Grahan mengaku gembira sekali bisa menang di kandang PSM Makassar, Stadion Mattoanging, Makassar, Senin (25/07/2016). “Sungguh, kami sebenarnya cuma menargetkan yang penting tidak kalah saja, tapi alhamdulillah kami bisa menang,” kata Ibnu.

Menurut Ibnu, PSM Makassar sangat tangguh di babak pertama sehingga sulit sekali menciptakan gol. Namun pada babak kedua, timnya berhasil memenangkan pertandingan.

“Kami sebenarnya tidak punya strategi khusus. Cuma main sebaik-baiknya dan berusaha pemain tetap bugar,” kata Ibnu.

Menurut Ibnu, pemainnya tidak bugar seutuhnya. Pada 21 Juli 2016 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Bhayangkara Surabaya United menang 1-0 atas Persegres Gresik United. Lalu empat hari kemudian harus ke Makassar. Itu pun dalam tiga penerbangan karena tiket ke Makassar tidak tersedia.

Datang ke Makassar pada malam hari, pemain langsung punya jadwal makan malam dan tidak sempat mecoba lapangan. “Pemain kami sebenarnya masih letih karena waktu yang sangat mepet, tapi kami belajar hikmah,” ujar Ibnu.

Ibnu menceritakan, meski banyak mengalami kendala terutama saat ke Makassar, ia sudah meminta pemain agar tidak cepat emosi. Selalu ada hikmah di balik masalah. “Kami kesulitan dapat tiket, waktu pertandingan yang terlalu singkat dari pertandingan sebelumnya, dan tiba di Makassar tidak punya waktu uji coba. Semua ada hikmahnya. Kami tidak marah, kami justru berterima kasih atas kerja keras manajemen sehingga bisa dapat tiket. Kalau kami marah-marah, mental pemain jadi labil, kami kurang konsentrasi.

Kunci kesuksesan lain juga diungkap oleh kiper Wahyu Tri Nugroho. “40 persen pemain PSM Makassar saya kenal. Saya sudah lama main bersama Ferdinand, Rasyid, dan Pellu. Saya cuma memahami kebiasaan-kebiasaan mereka supaya bisa diantisipasi. Syaa bicara dengan temanb-teman termasuk pelatih. Makanya kami bisa mengatasi mereka,” ujar Wahyu.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.