Friday, 20 January 2017
Trending Topics:
Sunday, 24 Jul 2016 - 15:10 wita

Tinggal Klik, Mudahnya Liburan di Era Digital

Reporter: apri |  Editor: yani - celebesonline.com
Dua sahabat menikmati pemandangan Gunung Bromo dari kejauhan
Dua sahabat menikmati pemandangan Gunung Bromo dari kejauhan
(Apri)

CELEBESONLINE (Makassar): Matahari baru terbit di langit Surabaya, 6 Juli 2016, bertepatan dengan Idul Fitri 1437 H. Tiga sahabat, Meli-Rina- Ani, akhirnya bertemu di Bandara Juanda, Surabaya. Mereka datang dari kota berbeda: Rina dari Kupang, Meli dari Banjarmasin, dan Ani dari Makassar.

Mereka merencanakan untuk memanfaatkan liburan Lebaran dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Jawa Timur. “Akhirnya kita bisa liburan bersama,” kata Meli saat dua sahabatnya sudah tiba di Bandara Juanda sambil cipika cipiki.

Liburan bersama ini sudah direncanakan tiga pekan sebelumnya. Melalui komunikasi via Whatsapp, disepakati mereka ingin menikmati liburan ke tempat wisata Gunung Bromo dan ke Batu-Malang. Itteniary pun disusun agar liburan mereka berjalan lancar.

Jauh hari sebelum keberangkatan, segala persiapan sudah dilakukan. Termasuk persiapan tiket, transportasi, dan penginapan. Sekarang ini, segala sesuatunya sudah mudah, hanya diujung jari, semua kebutuhan bisa dilakukan.

“Saya tidak perlu lagi ke agen-agen travel untuk mengecek harga tiket termurah. Cukup menggunakan smartphone, membuka aplikasi perjalanan yang jumlahnya sudah bertebaran di dunia maya, tinggal pilih mau pakai maskapai apa dan berangkat pukul berapa. Saya sih pilih dengan harga yang termurah, karena berangkat di musim high-season atau musim liburan dimana harga tiket melambung,” kata Ani.

Ani bercerita, saat akan memesan tiket via aplikasi ia akan membayar menggunakan kartu kredit. Saat itu, temannya menasehati agar saat membayar menggunakan kartu kredit secara online, pastikan jaringan tidak drop.

“Saya sih yakin tidak akan bermasalah di jaringan. Karena saya pakai Telkomsel, operator yang terbukti jaringannya terbaik di Makassar. Jaringannya pun sudah 4G, jadi tidak ada masalah. Dan terbukti, saat transaksi tidak ada kendala dan berhasil,” ucapnya.

Selain tiket pesawat, transportasi dan penginapan selama di Jawa Timur pun mereka pesan menggunakan aplikasi perjalanan. Seperti tiket kereta api dari Surabaya menuju Probolinggo, pesan kamar penginapan di Probolinggo, pesan jeep untuk tour Bromo, sampai penginapan di Malang.

Melalui aplikasi ataupun website, mereka mencari apa yang dibutuhkan sesuai kemampuan. Tinggal pilih, klik, dan tiket sudah terkirim via e-mail. Semua serba digital, hanya ada di ujung jari.

“Kami sudah memastikan semua itu beres sebelum melakukan travelling. Apalagi, kami berangkatnya saat musim mudik, bakal repot jika dilakukan on the spot,” ucap Meli.

Tiket pesawat sudah, tiket kereta sudah, kamar hotel sudah, jeep sudah. Bukan berarti liburan tiga sahabat ini sudah mulus seperti di jalan tol. Liburan dengan cara backpacker membuat mereka mencoba berpetualang di dunia maya.

Untuk mengetahui jarak dan waktu tempuh dari bandara ke stasiun kereta api, atau mengetahui rute dari stasiun ke hotel tempat penginapan di Probolonggi, mereka mencoba mencari tahu melalui Global Positioning System (GPS). Mencoba memanfaatkan teknologi tersebut, mereka pun berjalan kaki dari stasiun menuju hotel dan tiba dengan sukses.

Mengunjungi Bromo adalah impian mereka sejak lama dan baru bisa terlaksana saat ada momen libur Lebaran 2016 ini. Makanya, saat berada di Bromo, mereka pun menikmatinya dan mengabadikannya melalui kamera ponsel. Ada empat spot yang bisa dinikmati dari di kawasan Bromo.

Spot pertama adalah menantikan matahari terbit dan melihat Gunung Bromo tertutup awan. Kemudian menuju kawah Gunung Bromo, lalu ke padang savana dengan hamparan rumput yang hijau, serta spot pasir berbisik.

Berfoto dengan latar Gunung Bromo

Berfoto dengan latar Gunung Bromo

Berada di ketinggian, Ani bisa langsung menyampaikan aktivitasnya menantikan matahari terbit melalui media sosial. Meski jaringan masih 3G, tapi itu sudah memudahkannya mengupload foto-fotonya ke media sosial.

Itu karena teknologi 3G merupakan peningkatan kecepatan transfer data yang lebih cepat sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan bertukar data video (video sharing).

“Untungnya saya pakai paket data dari Telkomsel sehingga bisa tersambung ke internet di mana saja berada. Tidak semua operator jaringannya bisa sampai ke ketinggian tersebut, sehingga mereka baru bisa tersambung ke internet setelah turun ke dataran yang lebih rendah,” ucap Ani.

Ketergantungan akan internet masih membayangi tiga sahabat ini saat melanjutkan liburan ke Malang dan Batu. Apalagi, mereka sudah sepakat akan menyewa motor untuk bisa meng-eksplore lebih leluasa kawasan wisata di Kota Malang dan Batu. Meski tidak mengenal seluk beluk Kota Malang dan baru, mereka percaya diri tanpa menggunakan guide.

Mencari kuliner yang terkenal di Malang, tinggal buka website dan “bertanya pada Google”, maka akan terpampang berbagai jenis kuliner pilihan. Begitu juga saat mencari jalan menuju Kota Batu, sukses dilakoni hanya dengan mengandalkan GPS.

“Paling seru saat menuju destinasi Omah Kayu yang ada di Kota Batu. Lokasinya ada di puncak dan agar terpencil. Di sana menjadi lokasi latihan olahraga paralayang dan bisa menikmati pemandangan kota Malang di bawah sana. Kami baru pertama kali ke sana dan berhasil menemukannya dengan panduan dari GPS. Begitu mudahnya,” kata Ani.

“Jalannya berliku-liku dan menanjak tajam. Butuh ketahanan tubuh dan perjuangan untuk sampai ke atas. Meski kecewa karena saat tiba, Omah Kayu sudah tutup, tapi kami bisa menikmati pemandangan indah di lokasi tersebut, melihat Kota Malang dari ketinggian, saat matahari sudah terbenam dan lampu-lampu rumah penduduk di bawah sana sudah menyala,” tambahnya.

Menikmati liburan di era serba digital sekarang ini, tidak hanya bermodalkan materi dan fisik yang kuat. Sekarang, hal yang terpenting adalah paket data harus full. Tapi, yang tidak kalah penting, memilih operator yang terbukti jaringannya aman di mana pun berada.

Ani mengatakan bahwa dia sudah menggunakan Telkomsel sejak tahun 2003 lalu dan masih setia hingga saat ini. Alasannya, ia tidak perlu kelabakan mencari signal jika berada di tempat terpencil sekalipun.

Apalagi, Telkomsel terus melakukan inovasi dan pengamanan jaringan, terutama saat menghadapi moment tertentu, seperti saat Ramadan dan Idul Fitri. Maklum saja, momen seperti itu jalur komunikasi makin padat.

“Masa Ramadhan dan Lebaran merupakan momen spesial bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, Telkomsel ingin memastikan seluruh layanannya berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan. Terlebih dengan telah hadirnya layanan Internet cepat Telkomsel 4G LTE yang juga telah tersebar di lebih dari 100 kota/kabupaten, kami harap juga akan semakin menambah kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi di momen spesial tersebut,” ucap Vice President ICT Area Pamasuka, Ali Imran.

Ali Imran menambahkan, kualitas jaringan merupakan prioritas utama Telkomsel dalam menghadirkan layanan bagi para pelanggan. Untuk itu, serangkaian persiapan menjelang Ramadhan dan Lebaran telah dilakukan sejak jauh-jauh hari, bahkan termasuk dalam agenda program TruBEx (True Broadband Experience) yang diinisiasi sejak tahun 2015. Hal ini diharapkan akan menjaga ketersediaan jaringan, kualitas jaringan, dan berfungsinya layanan Telkomsel secara prima di berbagai jalur dan lokasi yang akan dipadati oleh pemudik, maupun wisatawan.

Trafik komunikasi saat libur Idul Fitri meningkat di lokasi-lokasi wisata. Baik itu SMS, Voice, maupun data. Kali ini, layanan data meningkat drastis mengingat makin banyaknya pelanggan yang menggunakan smartphone untuk berselancar di dunia maya, termasuk akses ke media sosial maupun mencari apa yang dibutuhkan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Telkomsel melakukan serangkaian kegiatan optimalisasi jaringan, seperti menjaga ketersediaan VLR (Visitor Location Register) atau kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan.

Pada periode Lebaran pelanggan Telkomsel akan dilayani oleh 116.000 BTS di berbagai penjuru negeri, dimana sekitar 57 persen diantaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G) yang mampu melayani bandwidth internet sebesar 776 Gbps (Giga bit per second). Khusus di Sulawesi, Telkomsel telah memiliki lebih dari 13.950 BTS yang terdiri dari 6440 BTS 2G, 7.089 BTS 3G, dan 431 4G untuk melayani lebih dari 15 juta pelanggan.

“Kebutuhan komunikasi masyarakat terus meningkat tiap tahunnya, terutama pada layanan data yang penggunaannya meningkat lebih dari 100 persen selama tahun 2015. Ketersediaan jaringan internet cepat Telkomsel 4G LTE, banyaknya smartphone berkualitas dengan harga yang terjangkau, serta semakin akrabnya masyarakat dengan mobile internet dan berbagai aplikasi digital turut mendorong adopsi layanan data di tengah-tengah masyarakat,” kata Ali Imran.

“Hal ini pun yang mendorong Telkomsel untuk terus menjaga kualitas dan mengoptimalkan jaringannya, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan broadband dengan kualitas terbaik, kapan pun dan dimana pun,” tutupnya.(apriani landa)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.