Saturday, 25 March 2017
Trending Topics:
Wednesday, 13 Jul 2016 - 11:17 wita

Ada Ritual Yadnya Kasada pada 20-21 Juli, Bromo Akan Ramai

Editor: Apriani - celebesonline.com
(Apri)

CELEBESONLINE (Probolinggo): Gunung Bromo yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Provinsi Jawa Timur merupakan adalah salah satu objek wisata paling favorit. Tempat yang menyajikan empat spot wisata ini selalu ramai dikunjung wisatawan, baik lokal Indonesia maupun manca negara.

Maklum saja, Gunung Bromo memiliki keunikan pesona alam yang indah dan mengagumkan berupa lautan pasir Bromo, asap putih yang keluar dari kawah Bromo, padang rumput savannah yang menghampar hijau, serta bisa mendengar bisikan pasir yang diterbangkan angin.

Selain itu, Gunung Bromo juga terkandung budaya luhur dari Suku Tengger yang bermukim di kawasan sekitar Gunung Bromo. Salah satu yang menarik adalah upacara Yadnya Kasada Bromo atau masyarakat sekitar gunung Bromo familiar menyebutnya dengan Kasodoan atau upacara Kasodo.

Upacara Kasada atau Kasodo yaitu suatu upacara adat suku Tengger yang dilakukan setiap tahun sekali berdasarkan penanggalan agama Hindu Tengger yaitu ketika sudah memasuki bulan Kasada dan tepatnya pada hari ke-14. Sesepuh Bromo, Digdayo Djamaluddin, mengatakan bahwa upacara Adat Yadnya Kasada Suku Tengger dilakukan pada tengah malam dan selesai pada dini hari.

“Itu bertepatan dengan tanggal 20 Juli. Jadi digelar tanggal 20 Julo malam dan berakhir tanggal 21 Juli pagi,” ujar Digdayo yang juga Ketua Badan Pengurus Cabang Persatuan Hotel dan Restoran (BPC PHRI) Bromo, Jawa Timur.

Upacara Yadnya Kasada berupa pemberian sesajen untuk sesembahan yaitu Sang Hyang Widhi dan para leluhur suku Tengger (Dewi Roro Anteng dan Joko Seger). Upacara Yadnya Kasada Bromo telah digelar sejak zaman Kerajaan Majapahit. Dewi Roro Anteng merupakan putri Raja Majapahit sedangkan Joko Seger adalah putra Brahmana.

Gunung Bromo sendiri dianggap sebagai tempat suci oleh suku Tengger. Lokasi upacara adat suku Tengger ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di lautan pasir Bromo dam dekat dengan kaki Gunung Bromo.

Digdayo menjelaskan, upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Pada festival ini masyrakat suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa hasil panen seperti sayuran, buah-buahan. Juga hewan ternak seperti ayam, kambing, kerbau, bahkan ada juga yang melemparkan uang ke kawah gunung tersebut.

Ini adalah upacara adat yang hanya dimiliki oleh suku Tengger Bromo dan tidak ada lagi upacara Kasada yang serupa di seluruh dunia. Walaupun ada di Bali tapi upacaranya berbeda.

“Sebelum Yadnya Kasada Bromo dilangsungkan, calon dukun dan tabib akan menyiapkan beberapa sesaji untuk dipersembahkan dengan cara melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Persembahan sesajen ini dilakukan beberapa hari sebelum upacara,” katanya.

Digdayo menambahkan bahwa upacara tidak hanya dikhususkan untuk masyarakat suku Tengger saja, tapi bisa disaksikan masyarakat umum, termasuk para wisatawan.

“Jadi silahkan datang dan saksikan iring-iringan ritual serta prosesi penyerahan sesajen. Kami bersama para pengusaha hotel dan tentu juga panitia, sudah siap menyambut even tersebut. Ini bisa menjadi atraksi budaya yang menarik,” katanya.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.