Thursday, 08 December 2016
Trending Topics:
Tuesday, 21 Jun 2016 - 20:19 wita

FKIP Unibos Gelar Pentas Seni Tari

Editor: yani - celebesonline.com
Tari Unibos
()

CELEBESONLINE (Makassar): Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Bosowa (Unibos) angkatan 2014 melaksanakan pagelaran tari, Selasa (21/6/2016).

Kegiatan yang digelar di Ruang Micro Teaching Lantai 3 Gedung 2 Unibos ini merupakan kegiatan yang menjadi rangkaian ujian final mata kuliah seni tari. Kegiatan ini mengangkat tema membangun kekeluargaan dalam bingkai seni tari kreasi dan modernisasi.

Pemilihan tema berdasar pada tujuan metode pembelajaran yang dipilih, dengan sebelumnya diadakan diskusi antar mahasiswa dan Dosen mata kuliah seni tari guna menyatukan pendapat. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unibos, Dr Mas’ud Muhammadiah, mengungkapkan bahwa hal ini bertujuan untuk membangun dan menjaga keakraban antara mahasiswa dan dosennya.

Selain dihadiri oleh Dekan FKIP, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa civitas akademika dan juga mahasiswa PGSD lainnya.

Dalam pagelaran tari ini, mahasiswa dibagi kedalam enam kelompok, masing-masing berjumlah 4 hingga 5 orang. Seluruh mahasiswa tampil dengan tari kreasi yang dikombinasikan dengan berbagai lagu daerah dari berbagai etnis di Indonesia.

Mayoritas budaya yang ditampilkan adalah budaya etnis Bugis Makassar. Tiap kelompok tari menampilkan gerakannya dalam durasi empat sampai lima menit. Salah satu tarian yang ditampilkan adalah tarian Tulolonna Sulawesi. Tarian ini menggambarkan keanggunan gadis Bugis Makassar dalam balutan busana daerah.

“Sebelum pelaksaan kegiatan ini, mahasiswa diberikan waktu selama 6 minggu untuk berlatih, dan memilih anggota kelompok dengan jarak tempat tinggal yang berdekatan,” ucapnya.

Lebih lanjut dekan FKIP berharap dengan dilaksanakannya pementasan tari ini juga sebagai upaya menanamkan karakter, dan budaya, serta tradisi masyarakat Bugis Makassar dalam kehidupan sehari-hari kepada mahasiswa agar kearifan lokal Sulawesi selatan tetap terjaga dan tidak ditinggalkan karena pengaruh modernisasi.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.