Monday, 27 March 2017
Trending Topics:
Wednesday, 15 Jun 2016 - 10:54 wita

BP2M Ingin Kembangkan Wisata Halal di Makassar

Editor: Apriani - celebesonline.com
()

CELEBESONLINE (Makassar): Kementerian Pariwisata menunjuk beberapa daerah di Indonesia sebagai destinasi wisata halal di Indonesia, salah satunya adalah Makassar. Dengan jumlah penduduk mayoritas Muslim, Makassar harusnya bisa menjadi destinasi wisata halal atau halal tourism. Sayangnya, ini belum dikembangkan dengan baik.

Padahal, pariwisata Syariah merupakan tujuan wisata baru di dunia saat ini. The United Nation World Tourism Organization (UNWTO) menunjukkan bahwa wisatawan muslim mancanegara berkontribusi 126 miliar dolar AS pada tahun 2011. Jumlah itu mengalahkan wisatawan dari Jerman, Amerika Serikat, dan China.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya mengembangkan Halal Tourism. Ternyata di sana berkembang pesat. Ini dibuktikan dengan adanya tiga penerbangan langsung ke Lombok dari Uni Emirat Arab.

Melihat fenomena itu, Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) akan menggelar seminar nasional bertajuk “Halal Tourism sebagai pasar wisata alternatif”. Seminar yang akan digelar di Hotel Singgasana, 18 Juni mendatang, itu diikuti pelaku pariwisata dari berbagai daerah di indonesia.

Apabila halal tourism sudah berkembang di berbagai wilayah di Indonesia maka kondisi perekonomian masyarakat akan membaik dan pendapatan negara dari sektor pariwisata dapat meningkat.
Seminar ini bertujuan untuk menganalisa tentang makna halal tourism bagi pelaku wisata, potensi halal tourism di Indonesia, peran industri kreatif dalam halal tourism, dan rekonstruksi halal tourism.

Dari seminar “Halal Tourism” diharapkan bisa mendapatkan informasi dan gambaran umum tentang potensi halal tourism secara global. Pelaku wisata bisa menginventarisir permasalahan dan kendala pengembangan halal tourism di Indonesia, menetapkan konsep permasalahan halal tourism di Indonesia, serta mengoptimalkan pengembangan Halal Tourism di Sulsel, khususnya Makassar.

“Kita harapkan wisata halal bisa berkembang di Makassar seperti di NTB. Makassar makin banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ucap Direktur BP2M, Andi Ilhamsyah Matalatta kepada wartawan, Selasa (14/6/2016) sore.

Mantan Ketua PHRI Sulsel itu mengatakan bahwa destinasi wisata di Makassar belum dipetakan dengan baik. Misalnya kaliber Makassar yang sangat terkenal, tapi kawasan khusus untuk itu belum ada sampai saat ini.

Sekertaris BP2M, Farid Said, menambahkan bahwa seminar ini sebagai langkah awal untuk memetakan kawasan halal tourism di Kota Makassar bisa terwujud seperti di Lombok, NTB.

“Kalau bisa, nantinya kita akan pasang label ‘halal’ untuk hotel atau restoran yang memenuhi kriteria seperti memiliki fasilitas musalah, agar tak ada keraguan bagi wisatawan muslim. Sehingga wisatawan juga memiliki pilihan,” katanya.

Adapun pembicara dan moderator dalam seminar tersebut antara lain Dr Sapta Nirwandar (Konsultan Halal Tourism), Moh Ramadhan’Danny’ Pomanto (Wali kota Makassar),Prof Dr Minhajuddin (Ketua Komisi Fatwa MUI Sulsel), Riyanto Sofyan (GM Hotel Sofyan Jakarta) dan Taufan Rahmadi dari BP2M NTB.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.