Tuesday, 24 January 2017
Trending Topics:
Sunday, 05 Jun 2016 - 13:54 wita

Jurnalis Makassar Ajak Warga Peduli Lingkungan

Editor: yani - celebesonline.com
SIEJ
()

CELEBESONLINE (Makassar): Jurnalis Makassar peduli lingkungan yang tergabung dalam The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Makassar memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2016. Momen ini pun sekaligus dimanfaatkan untuk mendeklarasikan keberadaan SIEJ Simpul Sulsel di kawasan car free day, Pantai Losari.

Masyarakat yang berada di kawasan car free day diminta ikut terlibat menjaga lingkungan dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih yang sudah disediakan. Warga pun antusias, mulai dari kaum bapak, ibu-ibu, remaja, dan anak-anak. Ini juga sekaligus ajakan untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

SIEJ pertama kali terbentuk usai Kongres Jurnalis Lingkungan yang digelar di Pegunungan Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada 2006 silam. Organisasi ini menjadi wadah untuk berbagi informasi dan upaya-upaya penyelamatan lingkungan melalui peran dan fungsi jurnalis sebagai pengontrol. Lembaga ini berkantor pusat di Jakarta.

Sementara SIEJ Simpul Sulsel tercetus pasca lokakarya wartawan “Peliputan Perubahan Iklim” yang digelar Lembaga Pers Dr Soetomo pada 24 – 25 Mei 2016 lalu.

“Banyak isu terkait lingkungan yang kerap luput dari pengamatan jurnalis atau bahkan tidak sedikit yang sudah mencoba menuliskannya, namun terkendala kebijakan internal redaksi, bahkan intervensi eksternal pun kadang harus dihadapi. Kondisi inilah yang menjadi tantangan bagi jurnalis dan semua pihak terkait untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan,” kata Koordinator SIEJ Simpul Suka, Suriani Mappong.

“Kami hadir di sini bukan untuk menjadi musuh bagi yang berseberangan dengan misi penyelamatan lingkungan. Kami hadir di sini untuk menjadi sahabat yang saling mengingatkan pentingnya menyelamatkan lingkungan,” tambah Ketua Harian SIEJ Simpul Sulsel, Darwin Fatir.

Degradasi lingkungan hidup yang ditandai dengan kerusakan hutan, tanah, air, dan udara di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Sulsel, bukanlah suatu hal baru. Namun upaya penyelamatan lingkungan baik dengan lahirnya kebijakan dan implementasinya di lapangan, belum mampu mengejar kerusakan lingkungan yang terus terjadi.

“Sejumlah hasil penelitian tentang kerusakan lingkungan, pernyataan dan kecaman aktivis lingkungan di lapangan, belum menjadi senjata ampuh untuk menggugah kesadaran menjaga lingkungan,” imbuh Suriani.

Saat deklarasi,SIEJ Simpul Sulsel bergabung bersama Walhi Sulsel untuk menyuarakan penghentian “pembangunan” yang merusak lingkungan. Seperti reklamasi pantai Losari ataupun pengrusakan gunung karts.

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.