Saturday, 25 March 2017
Trending Topics:
Friday, 20 May 2016 - 11:34 wita

Pangdam: Santoso Menyerah Sajalah!

Editor: Apriani - celebesonline.com
(apri)

CELEBESONLINE (Makassar): Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, mengatakan bahwa pihaknya akan terus membasmi kelompok-kelompok radikal yang meresahkan masyarakat. Termasuk kelompok Santoso yang masih dalam pengejaran dalam hutan di Poso, Sulawesi Tengah.

“Saya monitor kondisi di Poso bagus dan kondusif. Kita akan terus melakukan pengejaran kepada kelompok Santoso ini,” kata Agus usai menghadiri penutupan pelatih Duta Damai Dunia Maya yang diselenggarakan BNPT di Hotel Aryaduta Makassar.

“Kita berhaap mereka segera menyerah sajalah daripada dikejar-kejar. Saya sebagai Pangdam di wilayah ini menghimbau kepada mereka, segera menyeralah! Karena TNI-Polri akan terus melakukan upaya maksimal agar Sulteng aman, bebas dari gangguan orang-orang yang bersenjata, merusak dan menganggu ketenangan masyarakat di Sulteng,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Polisi Hamidin, mengatakan seseorang masuk dalam kelompok radikal dan teroris dengan berbagai latar belakang. Seperti ekonomi, ideologi, sosial, politik, seks, balas dendam, dan lainnya. Nah, kelompok Santoso yang bergerilya di Poso memiliki beberapa motif, termasuk balas dendam dan ideologi.

“Tapi, saya masih meragukan tentang ideologi mereka. Pasalnya, beberapa diantara anggota mereka yang justru tidak paham agama. Bahkan, bacaan doa pun mereka tidak hafal,” kata Hamidin.

Seperti salah satu anggota yang sudah ditangkap berinisial B. Hamidin mengatakan, kaki tangan Santoso itu justru tidak tahu banyak soal Islam. “Saya tahu betul, karena saya yang tangkap dia. Saya komunikasi intens dengan yang bersangkutan. Kalau soal kualitas agama, kami bisa ukur. Jadi, apakah dia ideologis? Tentu tidak,” kata Hamidin.

Hamidin menduga, banyak masyarakat yang gabung ke kelompok Santoso karena motif balas dendam. Hal ini terkait dengan kerusuhan di Poso beberapa tahun lalu.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.