Wednesday, 18 January 2017
Trending Topics:
Monday, 29 Feb 2016 - 12:41 wita

Jelang Vonis, IAS: Kekuatan Saya Adalah Doa

Editor: yani - celebesonline.com
Ilham Arief Sirajuddin
()

CELBESONLINE (Makassar): Ilham Arief Sirajuddin akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat hari ini, Senin (29/2/2016). Mantan Wali Kota Makassar itu menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi terkait kerja sama kelola dan transfer instalansi perusahaan daerah air minum (PDAM) di Makassar tahun 2007-2013.

Jelang sidang itu, kerabat dan keluarga menyebarkan doa yang mengatasnamakan Ilham Arief Sirajuddin melalui jejaring media sosial. Ilham mengatakan bahwa kekuatannya untuk menghadapi tuntutan hukum yang dialaminya adalah doa.

Kekuatan Saya Adalah Doa

Setelah apa yang saya jalani sejauh ini, maka kekuatan terakhir saya menjalani kasus hukum ini tinggallah Doa. Doa adalah kekuatan saya. Sekaligus menjadi bukti saya tidak pernah berputus asa mengharap Rahmat Allah Swt. Terima kasih jika Anda berkenan ikut mendoakan saya jelang sidang putusan. Terima kasih juga bagi yang sudah mendoakan saya secara diam-diam. Allah SWT tidak akan menguji apa yang tak sanggup dipikul hambanya.

-Ilham Arief Sirajuddin-

Ilham didakwa menyalahgunakan wewenangnya dalam proses kerja sama rehabilitasi, operasi dan transfer (ROT) Instalasi Pengolahan Air II Panaikang tahun 2007-2013. Tindak pidana korupsi yang dilakukannya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 45.844.159.843.

Dalam kasus ini, Ilham diduga ikut terlibat memenangkan PT Traya dalam proses lelang dan dikatakan Ilham beberapa kali menerima uang dari Direktur PT Traya, Hengky Widjaja. Total uang yang diterima Ilham yaitu Rp 5,5 miliar.

Ilham dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut pria yang disapa Aco itu dengan hukuman 8 tahun penjara, denda Rp 300 juta dengan tuntutan pengganti (subsider) 3 bulan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 5,5 miliar.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.