Friday, 24 March 2017
Trending Topics:
Friday, 19 Feb 2016 - 11:27 wita

Kasus Damayanti, Andi Taufan Tiro Diduga Terima Rp 8,4 Miliar

Editor: Apriani - celebesonline.com
Andi Taufan Tiro
(liputan 6)

CELEBESONLINE (Jakarta): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus kasus suap yang menjerat anggota DPR Damayanti Wisnu Putranti. Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif, memastikan pihaknya akan menetapkan tersangka baru dalam kasus suap untuk proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2015 itu.

KPK akan mengungkap aktor lain yang diduga terlibat dalam pengamanan proyek infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu. “Akan ada pemberitahuan nanti. Insya Allah, dalam satu atau dua hari (tersangka baru) akan diumumkan,” kata Syarif usai menghadiri diskusi Tolak Revisi UU KPK di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

La Ode mengatakan bahwa untuk pengembangan kasus, bukti bisa didapat dari kesaksian para tersangka sebelumnya, keterangan saksi, dan dokumen pendukung lain. Namun, Syarif tidak menjelaskan rinci soal hasil penyidikan.

Trkait Syarif enggan berkomentar atas dugaan duit mengalir Musa Zainudin (Politikus PKB), Andi Taufan Tiro (Politikus PAN asal Sulsel), dan Budi Supriyanto (Politikus Golkar). “Saya tidak tahu detailnya soal itu,” ucapnya.

Dilansir dari CNNIndonesia, seorang sumber menyebutkan, tersangka penyuap Damayanti yakni Abdul Khoir telah menggelontorkan sedikitnya Rp 40 miliar. Dana tersebut dikabarkan mengalir Damayanti, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Budi Supriyanto, dan pejabat Kementerian PUPR.

Sumber tersebut mengatakan bahwa duit untuk Damayanti diterima oleh koleganya Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin sedikitnya Sin$ 99 ribu. Sementara Andi, menurut sumber CNNIndonesia, menerima sebanyak Rp 8,4 miliar dari Abdul yang disetorkan selama tiga kali yakni Rp 2 miliar, Rp 1,5 miliar, dan Rp 4,9 miliar.

Usai menjalani penyidikan hari Jumat pekan lalu, Andi Taufan Tiro membantah tuduhan tersebut. “Saya diperiksa jadi saksi. Wah itu tidak benar (penerimaan uang). Saya tidak tahu itu (uang), tidak paham itu (uang yang diterima),” katanya.

Andi Taufan Tiro mengaku tidak mengenal dengan Abdul Khoir  yang berperan sebagai pemberi suap dalam kasus tersebut. “Saya enggak kenal Pak Abdul Khoir, saya tidak tahu,” katanya.

Sumber menyebutkan Musa menerima sebanyak Rp 8 miliar dari Abdul yang diserahkan melalui seorang staf ahli DPR, Jailani. Musa kembali menjelanai pemeriksaan di kantor KPK kemarin, Kamis (18/2/2016).

Sementara itu, duit juga diduga mengalir ke Budi Supriyanto sebanyak Sin$ 404 ribu. Duit untuk Budi diduga diserahkan melalui Dessy A Edwin, pada 7 Januari 2016. Dugaan penerimaan ini telah disanggah Budi. Ia juga telah diperiksa satu kali oleh penyidik KPK pada Januari 2016.

Duit yang disebar diduga digunakan untuk mengamankan proyek jalan dan infrastruktur lain di Pulau Seram, kawasan Maluku, untuk tahun anggaran 2016. Pengacara Abdul, Haerudin Masaro, menjelaskan sedikitnya 20 paket proyek disiapkan untuk lokasi tersebut dengan nilai masing-masing proyek paling sedikit Rp 30 miliar.

Hingga kini status Musa, Andi, dan Budi masih menjadi saksi. Sementara Damayanti, Julia, Dessy, dan Abdul telah menjadi tersangka.

Damayanti, Dessy, dan Julia dijerat melangar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHAP. Sementara Abdul selaku tersangka pemberi suap kepadanya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 33 UU Pemberantasan Tipikor.(*)

Komentar Anda

Komentar saat ini: komentar.